Timor Leste Tambah Pasukan di Perbatasan, Konsul RDTL Sampaikan Hal Ini ke Bupati Belu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Timor Leste Tambah Pasukan di Perbatasan, Konsul RDTL Sampaikan Hal Ini ke Bupati Belu


PERTEMUAN: Konsulat RDTL di Kupang, Jesuino Dos Reis Matos Carvalho saat berdialog bersama Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, di ruang kerja Bupati Belu, Kamis (25/2). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Timor Leste Tambah Pasukan di Perbatasan, Konsul RDTL Sampaikan Hal Ini ke Bupati Belu


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kerjasama Pemerintah Republic Democratik Timor Leste (RDTL) dan Pemerintah Indonesia terus diperkuat di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah kedua negara masing-masing memperketat pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan RI-RDTL untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Konsul RDTL di Kupang, Jesuino Dos Reis Matos Carvalho saat berdialog bersama Pelaksana harian (Plh.) Bupati Belu, Frans Manafe, di Atambua, Kamis(25/2).

Jesuino meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu sebagai perwakilan pemerintah Indonesia memperketat jalur perbatasan, baik perlintasan orang maupun barang. Sehingga mencegah perlintasan secara ilegal dari dan ke Timor Leste.

“Pemerintah kedua negara perlu bekerjasama memperketat lagi perlintasan. Selama ini ditemukan pelintas batas ilegal dari kedua negara sehingga perlu diperketat lagi pengawasannya,” ujar Jesuino yang saat itu didampingi Joao Sousa, selaku Agencia Konsulat Atambua, Atase Pendidikan, Emilia D. S. de Jesus, dan Kepala Administrasi, Dominggos.

Menurut Jesuino, perlintasan ilegal ini terjadi karena adanya keperluan keluarga antar warga kedua negara seperti acara kematian dan pesta adat. Sehingga menimbulkan perlintasan orang di perbatasan.

Jesuino menuturkan, Pemerintah Timor Leste juga meminta kerja sama dari Pemkab Belu agar membatasi aktivitas masyarakat seperti pesta dan sosial adat dan lainnya sehingga tidak terjadi mobilitas atau perlintasan orang dari dan atau ke Timor Leste.

Jesuino menginformasikan, Pemerintah Timor Leste sudah menambahkan pasukan di wilayah perbatasan. Tujuannya untuk lebih memperketat pengawasan perlintasan orang dan barang secara ilegal. Langkah yang dilakukan untuk mencegah Covid-19.

Bukan hanya itu. Jesuino juga meminta kerja sama Pemerintah Indonesia agar memperhatikan mahasiswa asal Timor Leste yang sementara kuliah di Indonesia. Agar bisa memberikan kemudahan seperti dokumen paspor dan visa yang sudah habis masa berlaku.

“Timor Leste lagi lockdown sehingga kami mohon pemerintah dan masyarakat Indonesia memaklumi ini sambil mahasiswa menunggu pintu perbatasan dibuka kembali,” harap Jesuino yang saat ini berkedudukan di Kupang memimpin Konsulat Timor Leste.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe menyampaikan terima atas kunjungan Konsulat Timor Leste ke Kabupaten Belu. Pemkab Belu, kata Frans, menyambut baik kerja sama yang disampaikan Pemerintah Timor Leste.

Menurut Frans, Pemkab Belu terus mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan agar mencegah penyebaran wabah ini. Selain itu, lanjut Frans, Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas yang sifatnya kumpul-kumpul, seperti acara adat, pesta, dan lainnya.

Sedangkan terkait pengawasan perbatasan, Pemkab Belu akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk lebih memperketat pengawasan. Koordinasi dengan Satgas Pamtas, Kodim dan Polres Belu dan instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan perlintasan orang dan barang.

Frans mengatakan, terkait mahasiswa Timor Leste yang izin tinggalnya sudah habis, tetapi masih berada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Belu, tentunya akan diperhatikan. Para camat, kepala desa, dan lurah serta masyarakat menyampaikan kepada Agen Konsulat di Atambua.

Hadir dalam pertemuan itu, Kadis Kominfo, Johanes A. Prihatin, Kabag Protokol dan Komunikasi Publik, Christoforus M. Loe Mau, Direktur RSUD Atambua, Perwakilan Dinas Kesehatan dan Perwakilan Satpol PP. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top