Petrus Salestinus: Penangkapan Nurdin Abdullah Tidak Sah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Petrus Salestinus: Penangkapan Nurdin Abdullah Tidak Sah


Koordinator TPDI, Petrus Salestinus. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Petrus Salestinus: Penangkapan Nurdin Abdullah Tidak Sah


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubenur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, Sabtu (27/2) dini hari.

Merespons hal itu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, komisi antirasuah harus memulangkan terperiksa Nurdin Abdullah.

Menurut Petrus, Nurdin tidak melakukan tindak pidana. Penangkapan Gubernur Sulsel itu, kata dia, tidak pada tempatnya. Sebab, dia dijemput di kediamannya saat sedang tidur lelap.

“KPK harus melepaskan dan memulangkan terperiksa Nurdin Abdullah. Dia tidak sedang melakukan suatu tindak pidana, sehingga tidak pada tempatnya dijemput tengah malam di kediamannya pada saat sedang tidur lelap,” ungkap Petrus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/2) malam.

Lebih lanjut, Petrus yang juga Advokat PERADI itu menegaskan, KPK seharusnya menggunakan mekanisme pemanggilan seperti surat panggilan, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka bilamana dilakukan pemeriksaan pasca OTT.

BACA JUGA: KPK OTT 6 Orang di Makassar, Gubernur Sulsel: Saya Lagi Tidur Dijemput

“KPK semestinya menggunakan mekanisme pemanggilan melalui Surat Panggilan terhadap Nurdin Abdullah entah sebagai saksi/tersangka manakala pada saat pemeriksaan pasca-OTT,” katanya.

Petrus menegaskan bahwa penangkapan Nurdin tidak sah. Sebab, dia ditangkap tidak bersama dengan pelaku dugaan korupsi suap yang di OTT KPK, yaitu Agung Sucipto selaku kontraktor, Sopir Agung Sucipto, Nuryadi Syamsul Bahri selalu ADC Gubernur Sulsel, Edy Rahmat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulsel, dan Sopir Edy Rahmat, Irfandi.

“KPK tidak boleh atas nama OTT melakukan penangkapan dan/atau penjemputan sewenang-wenang di tengah malam saat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sedang tidur. Karena ketika OTT terjadi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tidak sedang bersama-sama dengan pelaku dugaan korupsi suap yang di OTT KPK,” katanya.

Lebih Jauh, Petrus menambahkan, KPK telah melanggar ketentuan Pasal 5 dan Pasal 7 KUHAP, yang mewajibkan penyelidik dan penyidik. “Kewajiban (penyelidik dan penyidik) berwenang melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan menurut hukum yang bertanggung jawab, yaitu tindakan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi hukum dan HAM seseorang dan menurut pertimbangan yang layak dan patut,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelum, Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Sabtu (27/2) dini hari.

Nurdin Abdullah ditangkap KPK di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Sabtu (27/2) dini hari. Sejumlah barang bukti turut disita dalam operasi senyap itu. Saat tiba di Gedung KPK, ada lima orang lainnya yang juga ikut diamankan. (cr3/jpnn)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top