Bupati Manggarai: Target Kami Selesaikan Mandat Rakyat, Bukan Balas Dendam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Manggarai: Target Kami Selesaikan Mandat Rakyat, Bukan Balas Dendam


DISAMBUT SECARA ADAT. Bupati Manggarai, Hery Nabit dan Wabup Heri Ngabut bersama istri masing-masing menaiki tangga memasuki kantor Bupati di Ruteng setelah mendapat sambutan secara adat dari jajaran Pemkab setempat, Minggu (28/2). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

POLITIK

Bupati Manggarai: Target Kami Selesaikan Mandat Rakyat, Bukan Balas Dendam


Bupati-Wabup Manggarai Dijemput di Tapal Batas

RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Hery Nabit dan Heri Ngabut, dijemput secara adat di wilayah tapal batas antara Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Manggarai, Minggu (28/2).

Terpantau acara penjemputan itu tepatnya di Wae Reno, Desa Ranaka,  Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, sekira pukul 16.00 Wita. Pasangan Hery-Heri ini dijemput setelah melalui perjalananan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara So’a, Kabupaten Ngada, menggunakan pesawat. Dari So’a bergerak menuju Ruteng dengan perjalanan darat.

Tiba di Wae Reno, Bupati Hery Nabit dan Wabup Heri Ngabut hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 ini, langsung disambut dengan adat “Tuak Kapu” oleh tokoh adat, dilanjutkan dengan pengalungan kain selendang Manggarai. Setelah itu menuju aula Nucalale, kantor Bupati Manggarai, di Ruteng.

Di sana, pasangan Hery-Heri yang didampingi istri masing-masing, diterima dan disambut secara adat “Manuk Kapu” oleh tokoh adat setempat. Kepala daerah baru ini dipakaian peci khas Manggarai, jas, dan kain songke oleh Sekda Manggarai, Fansi Jahang dan istrinya Yustina Jahang.

Acara penerimaan secara resmi oleh Pemkab Manggarai terhadap pemimpin baru itu dihadiri juga pimpinan DPRD, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, BUMN dan BUMD, unsur Forkopimda, organisasi perempuan, para camat, lurah, ASN, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Sekda Fansi Jahang dalam kesempatan itu mengatakan, sesuai informasi awal dari Provinsi NTT, mestinya pelantikan itu dilaksanakan di Ruteng secara virtual. Persiapan sudah di atas 80 persen pada 24 Februari 2021, pihaknya mendapat informasi dari Biro Tatapem Provinsi NTT, bahwa pelantikan itu berlangsung tatap muka di Kupang.

“Padahal persiapan kita untuk lantik secara virtual, sudah di atas 80 persen. Tapi sangat bersyukur, karena peroses pelantikan bupati dan wabup oleh Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, di Kupang pada 26 Februari 2021, bisa berjalan dengan lancar,” kata Fansi Jahang.

Sekda menyampaikan selamat datang kepada Bupati Hery dan Wabup Heri serta Ketua dan Wakil Ketua TP PKK/Dekranasda saat tiba di kantor Bupati Manggarai.

“Kami sebagai staf di Pemerintahan Kabupaten Manggarai, siap mendukung program pembangunan dari Bupati dan Wabup. Tentu apa pun tugas yang diberikan oleh Bupati dan Wabup kepada kami, yang pasti siap dijalankan,” ungkap Sekda Fansi Jahang.

Bupati Hery Nabit, menyampaikan terima kasih atas penerimaan secara adat oleh jajaran Pemkab dan segenap elemen masyarakat Manggarai.

“Terima kasih atas kepecayaan yang diberikan kepada saya (Hery Nabit, Red) dan Pak Wabub (Heri Ngabut), sehingga kami berdua telah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wabup oleh Gubernur di Kupang pada 26 Februari 2021. Saya minta dukungan kita semua, untuk sama-sama bangun Kabupaten Manggarai tercinta ini,” pinta Hery Nabit.

Hery mengatakan, dirinya bersama Wabup Heri Ngabut, menakhodai Manggarai untuk waktu 3,5 tahun atau hingga 2024 mendatang. Sehingga dengan waktu yang ada, dirinya meminta jajaranya untuk kerja dan kerja. Soal rekonsiliasi setelah Pilkada, tentu itu dilakukan sambil bekerja.

“Jangan tuntut saya dan Pak Wabup duduk di depan meja untuk rekonsiliasi. Itu kita jalankan sambil bekerja. Saya tidak mau buang waktu karena perbedaan politik dan luka yang lama. Mari kita kerja. Kalau tidak mau kerja, tidak apa-apa,” ujarnya.

Hery Nabit mengaku, dirinya bersama Wabup Heri Ngabut, punya target menyelesaikan mandat yang telah diberikan rakyat Manggarai. Bukan untuk target lain, termasuk balas dendam. Bupati Nabit juga mengatakan terbuka untuk menerima semua koreksi selama menahkodai Kabupaten Manggarai.

“Tahun lalu kita memang berjalan berbeda, tapi arah tetap sama untuk Manggarai Maju. Sekarang saya mengajak, mari kita berjalan sama lagi. Mungkin dalam perjalanan masih ada yang berbeda, tidak apa-apa yang penting jangan bertentangan,” harap Bupati Hery Nabit.

Kepada OPD, Bupati Hery Nabit tidak bisa menjanjikan jabatan. Namun saling menguatkan. Kepada seluruh ASN di Manggarai, dirinya membuka ruang diskusi yang seluas-luas. Jajaran birokrasi mempunyai modal yakni SDM ASN yang baik, kuat, dan pintar. Bukan berarti pimpinan jadi kehilangan otoritas.

“Dalam proses pengambilan keputusan itu adalah partisipasi di OPD masing-masing. Saya dan Pak Wabup berdiri di sini bukan karena pintar dan jago. Kami hanya beruntung karena Tuhan kasih jabatan. Justru tugas kami menemukan orang hebat yang bekerja sama dengan kami. Orang hebat itu ada di dalam birokrasi dan di luar birokrasi,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top