67 Kades Terpilih Siap Lantik, 7 Diantaranya Tunggu Rekomendasi Inspektorat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

67 Kades Terpilih Siap Lantik, 7 Diantaranya Tunggu Rekomendasi Inspektorat


Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames M.K.Therik, saat memberi penjelasan terkait rencana pelantikan Kades terpilih kepada media ini, Senin (1/3). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

67 Kades Terpilih Siap Lantik, 7 Diantaranya Tunggu Rekomendasi Inspektorat


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 67 Kepala Desa (Kades) terpilih, hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Rote Ndao siap dilantik pada Rabu (3/3). Dari jumlah tersebut, tujuh diantaranya masih menanti rekomendasi Inspektorat, dimana lembaga audit pemerintah itu sedang memeriksa adanya laporan masyarakat.

Karena dilangsungkan dalam masa pandemi Covid-19, sehingga melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), sebagai penyelenggara kegiatan, memberi sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi semua Kades yang akan dilantik. Mulai dari tidak mengerahkan massa, tidak membuat kegiatan yang nenimbulkan kerumunan orang, dan wajib menunjukan hasil rapid test antigen dengan status negatif Covid-19.

“Hasil rapid test antigen ini adalah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, malalui klaster pelantikan. Dan informasi ini secara langsung sudah kami sampaikan kepada semua Kades terpilih,” ungkap Kepala Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao, Yames M. K. Therik kepada media ini usai rapat persiapan pelantikan Kades di gedung Auditorium Ti’i Langga, Senin (22/2).

“Tidak ada pengerahan massa, apalagi membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Dan juga wajib tunjukan hasil negatif rapid test antigen,” tandas Yames Therik.

Bagaimana dengan Kades yang hasil rapid test antigennya positif? Menurut Yames, proses pelantikan terhadap mereka yang hasil rapid antigennya positif dilakukan sampai hasil tesnya negatif Covid-19.

Dalam pelaksanaan rapat persiapan pelantikan, kata Yames, teknis pengambilan sumpah dan pelantikan Kades dilakukan selama 7 hari berturut-turut, dimulai Rabu (3/3) hingga Rabu (10/3).

Sebelumnya, terdapat dua opsi yang disampaikan terhadap gelaran tersebut, yakni, dilakukan secara virtual dan dilantik di wilayah kecamatan masing-masing.

Namun, kedua opsi tersebut kemudian diputuskan untuk dilakukan secara tatap muka, yang dipusatkan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Rote Ndao. Mekanisme pelaksanaanya, demikian Yames, masing-masing Kecamatan yang memiliki jumlah Kades sepuluh orang, dan lainnya bisa dilakukan bersamaan/digabung.

“Iya, pelantikan akan dilakukan secara tatap muka. Semuanya dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati, namun tidak dilakukan secara bersamaan,” kata Yames Therik ketika dikonfirmasi Timor Express, di ruang kerjanya, Senin (1/3).

Yames menyebutkan, sesuai pembagian jadwal pelantikan, pada Rabu (3/3) dimulai dari Kecamatan Lobalain. Selanjutnya Kecamatan Rote Barat Laut, Kamis (4/3), Rote Tengah dan Rote Selatan pada Jumat (5/3), dan Pantai Baru dan Ndao Nuse pada Sabtu (6/3). Kemudian pada Senin (7/3) dilanjutkan untuk pelantikan Kades di Kecamatan Loaholu, Rote Timur dan Landu Leko pada Selasa (9/3), dan terakhir di Kecamatan Rote Barat Daya, Rabu (10/3).

BACA JUGA: Dinas PMD Ronda Tuntaskan Hitung Ulang Surat Suara Pilkades, Ini Hasilnya

Dari informasi yang dihimpun Timor Express, menyebutkan, pendamping kades (istri/suami) terpilih pun tidak diikutkan di dalam ruangan, saat pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung. Sebab, pelantikan tersebut rencananya akan dilangsungkan di dalam aula Rujab, yang tidak memungkinkan diikuti banyak orang.

Pendamping yang ikut dalam kegiatan tersebut, bisa mengikuti secara virtual dari luar ruangan. Yang akan ditayangkan secara langsung, dan bisa diakses melalui media sosial.

Yames menjelaskan, pengaturan pelantikan ini bertujuan mewujudkan penerapan protokol kesehatan sehingga tidak bertentangan dengan surat edaran Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu yang membatasi jumlah peserta kegiatan, baik di luar atau di dalam ruangan.

“Dengan ketat kami menerapkan protokol kesehatan, sehingga jumlah peserta kami batasi,” katanya.

Sementara itu, terhadap jumlah kades yang dilantik, Yames mengatakan, terdapat tujuh kades yang masih menunggu rekomendasi dari Inspektorat. Yames mengaku, tujuh Kades ini sedang diaudit oleh tim pemeriksa dari Inspektorat terkait pengelolaan keuangan.

Tujuh desa tersebut menyebar Wilayah Kecamatan Rote Timur (dua desa) dan Rote Barat Daya, yakni Desa Mukekuku, dan Papela, Lentera, dan Meoain. Sementara, Desa Tesabela, di Kecamatan Pantai Baru, Tolama di Rote Barat Laut dan Desa Nuse di Kecamatan Ndao Nuse.

“Tetap semuanya dilantik, tetapi tentunya menanti rekomendasi dari Inspektorat yang sementara melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan yang pernah dilakukan oleh mereka sebelum terpilih,” kata Kadis Yames.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kabupaten Rote Ndao, Arkalaus H. Lenggu, yang dikonfirmasi Timor Express, membenarkan pemeriksaan tersebut. Yang diakuinya belum bisa memastikan berapa desa yang sudah selesai diperiksa.

Sebab, selain ketujuh desa tersebut, pihaknya sementara melakukan pemeriksaan reguler terhadap desa-desa lain. Namun demikian, dari jumlah tersebut (tujuh desa), sebut Arkalaus, sudah ada beberapa desa yang dipastikanya untuk dikeluarkan rekomendasi untuk mengikuti pelantikan.

“Belum bisa dipastikan, karena saat ini tim masih terus melakukan pemeriksaan. Tapi sudah ada beberapa desa yang sudah melakukan tindak lanjut, seperti Nuse, berarti sudah bisa direkomendasikan, dan juga lainnya,” kata Arkalaus H. Lenggu. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top