Kapolda NTT Beri Reward untuk Nakes Atas Dedikasi Tangani Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kapolda NTT Beri Reward untuk Nakes Atas Dedikasi Tangani Covid-19


BERI PENGHARGAAN. Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif ketika menyerahkan penghargaan kepada salah seorang nakes saat upacara di Lapangan Hitam Mapolda NTT, Senin (1/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kapolda NTT Beri Reward untuk Nakes Atas Dedikasi Tangani Covid-19


Termasuk Peran PNS dan Anggota di Lingkup Polda NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif kembali memberikan penghargaan atau reward kepada anggota/PNS Polri dan tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Drs. Titus Uly Kupang atas dedikasi dalam penanganan Covid-19 dalam rangka mewujudkan 100 hari program kerja Kapolri.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Jenderal Polisi dua bintang itu pada upacara yang dilakukan di Lapangan Hitam Mapolda NTT, Senin (1/3).

Dalam amanatnya, Irjen Lotharia Latif menyampaikan terima kasih kepada semua anggota, khususnya mereka yang terlibat secara sukarela dan menjadi garda terdepan dalam penanganan pencegahan Covid-19.

Penghargaan tersebut, kata Kapolda, merupakan wujud penghormatan kepada para nakes karena menjadi relawan kemanusiaan. Pengorbanan sosial dan mempertaruhkan nyawa, baik secara pribadi maupun keluarga.

“Ini bentuk penghormatan saya dan pimpinan Polri kepada mereka yang terlibat langsung mempertaruhkan nyawa, keluarga untuk melawan wabah Covid-19,” katanya.

Dikatakan, menangani pasien penderita Covid-19 bukan sesuatu yang mudah namun dengan kerendagan hati anggota dan tenaga medis mampu melakukan hal itu dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak seluruh anggota untuk mendoakan salah satu anggota bhayangkari yang meninggal akibat Covid-19.

“Jumlah anggota, PNS dan nakes penerima penghargaan Kapolda NTT sebanyak 133 orang. Semoga dengan penghargaan ini bisa memotivasi mereka untuk bekerja lebih giat lagi,” tandasnya.

Dokter Merty Taolin, salah satu nakes penerima penghargaan Kapolda NTT kepada TIMEX usai acara, menyampaikan terima kasih karena pimpinan polri mewujudkan kepeduliannya terhadap tugas mereka dalam penanganan Covid-19.

Penghargaan tersebut, kata dr. Merty, menjadi motivasi dan semangat baru baru bagi tim medis untuk terus bekerja melawan pandemi. “Saya sangat bangga atas penghargaan ini dan meningkatkan semangat kami dalam bekerja, merawat para pasien yang kini menjalani perawatan di RSB,” ujarnya.

Menurut dr. Merty, penanganan pasien Covid-19 bukan sesuatu yang mudah dan biasa-biasa saja. Banyak suka duka yang dialaminya. Bahkan harus menghadapi keluarga pasien ketika meninggal atau dinyatakan positif.

“Banyak keluarga pasien yang meninggal tidak menerima jenazah keluarga mereka dikubur secara Covid-19. Bahkan ada yang tidak terima jika keluarganya positif. Kita harus ekstra memberikan penjelasan kepada keluarga penyebab pasien meninggal dan harus mendapat penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara Yefta Baitanu, petugas pemulasaran jenazah RSB Titus Uly Kupang mengaku sudah satu tahun menangani pasien yang meninggal akibat Covid-19 di rumah sakit milik Polri itu.

Dalam menjalankan tugas, kata Yefta, terdapat 11 orang pasien Covid-19 yang ia tangani karena meninggal dunia. Ia merasa takut pada awal virus mewabah, namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi kebiasaan dan tidak takut lagi.

“Suka-duka memandikan jenazah Covid-19 itu memang banyak. Awalnya sangat takut namun dengan berjalannya waktu mulai terbiasa. Intinya semua tugas itu dijalankan dengan hati yang tulus dan ingin melayani, maka Tuhan pasti buka jalan serta melindungi kita selalu,” katanya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top