Bupati Dengar Ada Mafia Sewa Aset Pemda, Hery Nabit: Harus Dibersihkan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Dengar Ada Mafia Sewa Aset Pemda, Hery Nabit: Harus Dibersihkan


SERTIJAB. Bupati Manggarai, Hery Nabit (kiri) menerima memori jabatan dari Plh Bupati sekaligus Sekda Manggarai, Fansi Jahang dalam acara sertijab di kantor Bupati Manggarai, Senin (1/3). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Bupati Dengar Ada Mafia Sewa Aset Pemda, Hery Nabit: Harus Dibersihkan


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai, Hery Nabit tegas mengatakan akan menegakan proses sewa aset milik pemerintah di wilayah itu. Dalam rekamannya, ada praktik mafia dengan modus pihak yang mengontrak, menyewakan hingga menjual kembali aset tersebut kepada pihak lain dengan harga tinggi.

“Saya akan mencabut kontrak penyewa aset yang melakukan praktik mafia jual aset milik Pemda. Saya banyak mendengar ada praktik ini,” ujar Bupati Hery usai acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Pelaksana harian (Plh) Bupati Manggarai, Fansi Jahang, di kantor Bupati Manggarai, Senin (1/3).

Menurut Bupati Hery, dalam satu klausul sewa menyewanya, ada larangan menyewakan lebih lanjut atau menjual. Seperti ada los pasar atau ruko, dikontrak oleh Pemda Manggarai Rp 2 juta per tahun. Lalu pengontrak itu, sewakan lagi kepada pedagang lain dengan harga Rp 20 juta. Mafianya untung Rp 18 juta. Padahal itu aset Pemda. “Masa mafia yang untung, Pemda tidak,” tegas Hery.

Hery menegaskan, praktik seperti ini harus dibersihkan. Selain menyalahkan aturan, juga daerah yang jadi rugi. Faktanya disini aset Pemda yang ada disewakan dengan harga sangat murah.

Padahal menurut Bupati Hery, mendingan Pemda sekaligus menyewakan kepada orang lain yang sanggup menyewa dengan harga lebih mahal. Sehingga dengan demikian, memudahkan pemerintah daerah memanfaatkannya, agar menguntungkan daerah. Terutama nilai kontrak atau sewa pakai benar-benar sesuai ketentuan. Untuk aset-aset yang belum disewakan atau hendak diperpanjang kontraknya, ini harus dibicarakan ulang harganya.

“Kalau bisa disewakan 25 juta satu tahun. Mengapa harus disewakan Rp 2 juta. Kan ada banyak orang lain yang siap sewa dengan bayar mahal. Disini hal yang paling penting juga dari penertiban aset-aset Pemda itu, sebagai salah satu solusi untuk optimalisasi pendapatan daerah,” kata Bupati Hery.

Dari sejumlah soal yang ada di Kabupaten Manggarai, dirinya dan Wakil Bupati (Wabup) Heri Ngabut, akan melakukan rapat perdana bersama pimpinan perangkat daerah (OPD). Salah satu tujuan, memastikan potensi daerah yang selama ini belum diberdayakan secara maksimal. Memanfaatkan aset Pemda Manggarai, akan mendongkrak pendapatan ekonomi daerah.

Sementara dalam kegiatan sertijab yang dihadiri seluruh pimpinan OPD, Asisten Setda, Staf Ahli, pimpinan DPRD, unsur Forkominda, dan organisasi permpuan, Bupati Hery menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi fokus kerja ke depannya. Kata dia, saat ini daerah Manggarai masih akan berkutat pada dua hal.

Dua hal itu, sebut Bupati Hery, yakni penanganan Covid-19, dan ketahanan ekonomi. Penanganan Covid-19, bergantung pada banyak hal serta melibatkan banyak pihak. Itu mulai dari Pemerintah, Satgas, juga masyarakat. Sehingga dirinya berharap agar segera digelar pertemuan dengan Satgas Penanganan Covid 19 tingkat Kabupaten Manggarai.

“Saya dan Pak Wabup ingin mengetahui kebutuhan kita. Kemudian sepakati kebijakan yang akan kita lakukan ke depan berkaitan dengan vaksinasi, penanganan karantina terpusat, perhatian untuk masyarakat yang melakukan karantina mandiri di rumah. Harus ada kunjungan dokter secara periodik dan obat-obatan,” katanya.

Berkaitan dengan ketahanan ekonomi, menurut Bupati Hery, strategi pembangunan yang digunakan itu melalui sektor pariwisata. Berupa pengembangan destinasi wisata dan sektor pertanian yang mendukung pariwisata. Sekaligus memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.

“Salah satu poin yang ditekankan dari sisi ketahanan ekonomi adalah isu bantuan sosial. Karena itu kita bereskan pendataan. Seperti pendataan penerima bantuan tahun 2021. Saya ajak teman-teman di Dinas Sosial bersama dengan Camat, Lurah, dan Kepala Desa, membereskan data penerima bantuan ini,” tandas Bupati Hery.

Berkaitan dokumen kependudukan, mantan Kepala BOP ini menyatakan agar hal itu tidak dianggap enteng. Ada satu humor yang penting sekali, bisa tertawa tetapi dalam hati bingung. Mau urus KTP butuh hasil rapid antigen, tapi kalau mau urus rapid antigen butuh KTP.

“Terus mau urus yang mana terlebih dahulu? Humor ini saya kira itu menegaskan ada sesuatu yang belum benar. Saya akan mendorong instansi teknis agar semua dokumen kependudukan masyarakat Manggarai sudah beres atau selesai pada Desember 2021,” tegasnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top