Restorative Justice Berhasil, Polres TTU SP3 Kasus UU ITE Siswa SMA | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Restorative Justice Berhasil, Polres TTU SP3 Kasus UU ITE Siswa SMA


BERI KETERANGAN. Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas didampingi Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di aula Mapolres TTU, Senin (1/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Restorative Justice Berhasil, Polres TTU SP3 Kasus UU ITE Siswa SMA


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Satreskrim Polres TTU akhirnya mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dalam perkara pidana pencemaran nama baik dugaan pungli di SDN Bestobe TTU yang dilakukan oleh seorang siswa SMA di TTU.

Rupanya, upaya restorative justice yang dilakukan tim penyidik bersama kuasa hukum dari siswa SMA tersebut akhirnya berhasil. Padahal, dua kali upaya itu dilakukan namun gagal karena oknum guru SDN Bestobe menolak memaafkan siswa SMA tersebut.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas didampingi Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam dalam konferensi persnya, Senin (1/3) mengatakan, Polri terus berupaya mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat, dimana baru-baru ini seorang siswi SMA di NTT bernama Sebastianus Naitili dilaporkan oleh gurunya, Walfrida Una Naisoko terkait dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan.

Sebastianus Naitili sebelumnya dilaporkan akibat unggahan di media sosial yang menurut penilaian guru Walfrida merupakan sebuah tindak pidana pencemaran nama baik. Postingan tersebut tidak diterima baik oleh pihak SDN Bestobe sehingga pada 23 Oktober 2020, pelapor membuat laporan polisi di Polres TTU dengan aduan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Kasus ini akhirnya dimediasi Kapolres TTU AKBP Nelson Felipe Diaz Quintas, Kasat Reskrim Polres TTU dan penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda NTT di ruang kerja Kapolres TTU, Senin (1/3) pukul 10.00 Wita.

BACA JUGA: Oknum Guru SD Tolak Berdamai, Pengacara Tersangka Tetap Upaya Restorative Justice

BACA JUGA: Murni Lakalantas, Polres TTU SP3 Kasus Kematian Sekdes Oenak

“Upaya restorative justice kasus pencemaran nama baik dugaan pungli di SDN Bestobe TTU berhasil dan masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap AKBP Nelson.

Nelson menambahkan, dari hasil mediasi akhirnya pelapor dan terlapor sepakat menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. Pelapor juga menyetujui untuk mencabut laporan polisi karena pelapor dan terlapor sudah saling memaafkan.

“Sudah berdamai dan atas kesepakatan dalam mediasi ini Polres Timor Tengah Utara akan menindaklanjuti dengan melakukan gelar perkara penghentian penyidikan (SP3),” jelasnya.

Adapun upaya yang akan dilakukan pihak Kepolisian dalam meminimalisir terjadinya kasus dugaan pencemaran nama baik atau penghinaan melalui medsos melakukan sosialisasi ke sejumlah SMA juga para tokoh masyarakat di TTU

Menurut AKBP Nelson, upaya tersebut dipastikan berhasil meminimalisir terjadinya kasus undang-undang ITE di wilayah hukum Polres TTU.

“Kita berharap pengguna medsos lebih bijak dalam mengelola medsosnya dengan baik dan bermanfaat sehingga tidak merugikan para pihak dan diri sendiri nantinya,” harapnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top