Silaturahmi ke TIMEX, Kabid Humas Polda NTT Sampaikan Hal Penting Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Silaturahmi ke TIMEX, Kabid Humas Polda NTT Sampaikan Hal Penting Ini


SILATURAHMI. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto diapit Pemred Timor Express, Kristo Embu dan Meneger Iklan, Yula Manafe (kiri) usai diskusi bersama di ruang rapat Graha Pena Timor Express, Selasa (2/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Silaturahmi ke TIMEX, Kabid Humas Polda NTT Sampaikan Hal Penting Ini


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto berkesempatan bersilaturahmi ke redaksi Timor Express (TIMEX), Selasa (2/3). Kehadiran Kombes Rishian ini diterima Pemimpin Redaksi (Pemred) Timor Express, Kristo Embu dan Menejer Iklan, Yula Manafe di ruang rapat Graha Pena.

Dalam pertemuan silaturahmi itu, Kombes Rishian menilai pemberitaan pada media cetak hingga saat ini masih sangat memperhatikan keberimbangan sebuah berita. Namun ada hal penting yang disampaikan Kombes Rishian agar diperhatian media, yakni sebuah berita yang lengkap tersebut mesti dilengkapi dengan unsur pembelajaran atau meningkatkan karakter pembaca.

Kombes Rishian mengatakan, kehadirannya di kantor TIMEX selain untuk memperkenalkan diri sebagai Kabid Humas Polda NTT, ia juga ingin meningkatkan kerja sama Humas Polda NTT bersama media.

Dikatakan, media dan kepolisian menjalankan tugas yang sama sehingga mesti ada koordinasi dan komunikasi yang baik. “Kami terus membuka diri agar terus meningkat kerja sama menyukseskan semua tugas-tugas yang ada. Kami yang ada di Humas menjalankan tugas yang sama. Kami wartawannya polisi, jadi saling mengisi itu perlu ditingkatkan melalui diskusi-diskusi serupa,” katanya.

Setelah mengetahui sistem kerja di redaksi, mantan Kapolres TTU itu menyebut media tidak hanya bertanggungjawab moral karena selain memberikan informasi, edukasi dan harus meningkatkan karakter pembaca. Jadi intinya media mainstream harus lengkap.

“Dengan perkembangan media sosial saat ini banyak masyarakat yang terlibat masalah ITE karena tidak bisa menahan diri meski awalnya dimulai dari hal privasi. Ini akibat dari kurangnya edukasi dan pemahaman terkait dengan pemanfaatan media sosial, maka media harus menyajikan berita dan tulisan yang mendidik,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya siap konsepkan kerja sama dengan TIMEX dalam menyediakan rubrik khusus untuk Polda NTT dalam memberikan edukasi serta menyampaikan pengeluhannya.

“Kami siap kerja sama sehingga untuk teknis pelaksanaannya bisa diatur sehingga dapat berjalan kembali karena masyarakat saat ini ingin mengungkapkan unik-unik yang mereka alami namun belum tersampaikan,” ungkapnya ketika menanggapi penawaran kerjasama dari Meneger Iklan, Yula Manafe.

Diakhir diskusi, Kombes Rishian menyebut sesuai dengan Program Kapolri, akan menerapkan virtual police dengan tujuan memberikan perlindungan dan pinindakan preemtif serta preventif sehingga out put-nya bisa mencegah. Sedangkan proses penyelidikan dan penyidikan itu upaya terakhir dalam menindak kasus pidana ITE.

Dikatakan, ada pula untuk penerapan cyber crime, namun ini hanya diterapkan untuk mendeteksi dan lebih kepada penindakan tindakan pidana.

Sedangkan Kristo Embu, Pemred Timor Express dalam kesempatan itu menjelaskan sistem kerja di perusahaan media itu mulai dari karyawan hingga pimpinan serta aturan aturan pers yang diterapkannya.

Dikatakan, berita yang diliput wartawan pun melalui proses seleksi yang sangat ketat mulai dari peliputan berita di lapangan, dikirim ke redaktur, lalu diseleksi lagi oleh kordinator liputan kemudian terakhir dicek oleh Pemred untuk mastikan layak terbit atau tidak.

“Jurnalis itu memang harus selalu bertanya, tidak mudah puas hingga sebuah berita yang dibuat itu lengkap dengan narasumber yang lengkap,” ujarnya.

Lanjut Kristo, proses seleksi yang ketat ini dilakukan agar mengantisipasi kesalahan dan memastikan berita itu sesuai fakta yang terjadi serta mengantisipasi hoax bahkan ada unsur mengedukasi dan meningkatkan karakter.

“Inilah kerja media cetak atau media mainstream karena saat ini banyak media online dan medsos itu hanya sebatas memberikan infomasi dan kurang lengkap. Sehingga kami menyediakan berita yang selalu berimbang,” tuturnya.

Menanggapi virtual police, kejahatan ITE melalui media sosial ini memang sangat banyak dan mesti cegah. Karena kejahatan saat ini lebih banyak melalui media sosial sehingga melalui pemantauan virtual police ini mesti ditingkatkan, baik itu personil maupun peralatannya.

Sementara Meneger Iklan, Yula Manafe menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian NTT yang selalu menyuport melalui kerjasama selama ini.

Dikatakan salah satu kerjasama yang sempat berjalan dan dinilai sangat positif yakni Hallo Kapolda karena melalui rubrik tersebut, masyarakat bisa melaporkan situasi atau masalah yang dihadapi dan dialami.

“Hallo Kapolda itu menjadi sarana komunikasi langsung antara masyarakat dan Kapolda atau satuan yang ada. Ini kalau berkenan bisa dilanjutkan,” harapnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top