Angka Kebutaan Capai 2 Persen, YTB Minta Pemda Beri Perhatian Serius | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Angka Kebutaan Capai 2 Persen, YTB Minta Pemda Beri Perhatian Serius


Direktur YTB, Deni Mars Sailana saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan kegiatan Pelatihan Jurnalis tentang Inklusi Disabilitas dan Kesehatan Mata di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (3/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Angka Kebutaan Capai 2 Persen, YTB Minta Pemda Beri Perhatian Serius


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Angka kebutaan atau gangguan penglihatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat tinggi. Tercatat sebanyak dua persen dari jumlah masyarakat NTT mengalami kebutuhan. Meski baru dua persen namun dianggap tinggi karena sesuai standar WHO, disetiap suatu daerah paling banyak satu persen.

Melihat kondisi ini, Yayasan Tanpa Batas (YTB) mengharapkan kepada pemerintah daerah (Pemda) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat memberikan perhatian serius melalui program-program strategisnya.

Direktur YTB, Deni Mars Sailana menyebut angka gangguan penglihatan di NTT setiap tahunnya mengalami peningkatan akibat berbagai hal yang dialami si penderita.

Salah satu kelompok usia rentan dan penyumbang terbesar yakni usia 40 tahun ke atas karena mengalami penyakit mata atau ketarak. Selain itu mata mengalami gangguan akibat hal-hal lainnya.

Bahkan, kata Deni, masalah ini tidak lagi menjadi masalah kesehatan biasa, namun sudah menjadi masalah sosial yang mesti mendapat penanganan serius.

“Di NTT angka kebutaan terus meningkat dan kini tercatat sebanyak dua persen. Sesuai standar WHO jumlah kasus 1 persen di suatu wilayah saja sudah menjadi masalah sosial, bukan lagi masalah kesehatan,” ujar Deni Sailana ketika membuka Pelatihan Jurnalis tentang Inklusi Disabilitas dan Kesehatan Mata di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (3/3).

Lanjut Deni, meski angka ganggunan mata cukup tinggi, namun pemerintah masih acuh dan belum ada sikap konkrit terhadap masalah ini. Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan ini dapat meningkatkan kerjasama untuk menangani masalah kebutaan.

Ia juga menegaskan pemerintah daerah harus menjadikan masalah kesehatan mata menjadi prioritas penanganan karena jika terus diabaikan maka akan menjadi penyandang disabilitas.

“Kita semua ini calon disabilitas karena usia rentan mengalami gangguan dan menjadi disabilitas mulai dari 40 tahun ke atas,” katanya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top