Kemendikbud Pangkas Anggaran Kuota Gratis, Ini Alasannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemendikbud Pangkas Anggaran Kuota Gratis, Ini Alasannya


AKTIVASI. Sejumlah pelajar melakukan registrasi kartu perdana untuk belajar online yang dibagikan di SMK Negeri 8 Jakarta, Kamis (3/9/2020). Nantinya, para pelajar juga akan mendapat subsidi kuota dari Kemendikbud sebesar 35 Gb per bulan. Untuk program ini, Kemendikbud mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun guna memperlancar pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. (FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

PENDIDIKAN

Kemendikbud Pangkas Anggaran Kuota Gratis, Ini Alasannya


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menjalankan program subsidi kuota data internet 2020 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun. Akan tetapi, di 2021 anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 2,6 triliun.

Adapun, pemotongan anggaran ini dikarenakan penerima yang juga dikecualikan untuk menerima kuota, seperti yang tidak memakai kuota di atas 1GB. Jumlah penerima yang tidak memanfaatkan kuota di atas 1GB itu mencapai lima juta orang.

“Kuota data di tahun kemaren itu (2020) sekitar 35 jutaan orang. Yang sekarang ini mendekati 30 juta. Artinya ada lima juta lebih yang pemakaiannya tidak sampai satu gigabyte,” terang Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie, dalam bincang Kemendikbud secara daring, Rabu (3/3).

Oleh karena itu, alokasi anggaran dievaluasi pada subsidi kuota tahun 2021. Dana yang tak terpakai dari penggunaan kuota di bawah 1GB pada tahun lalu pun dikembalikan pada negara. “Yang menggunakan di bawah 1GB itu bisa jadi mereka sudah ada opsi yang lain dengan memanfaatkan wifi,” ujar dia.

Kemudian, dalam perjalanan penyaluran kuota pada tiga bulan ke depan pun pihaknya akan melakukan evaluasi. Apabila masih terdapat penggunaan di bawah 1GB, pihaknya akan melakukan revisi alokasi anggaran. “Yang penggunaannya di bawah 1GB, nol byte itu akan kami jadikan evaluasi juga, dan habisnya (anggaran Rp 2,6 triliun) tidak akan segitu juga,” tutup dia.

Untuk diketahui, peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperoleh volume kuota sebanyak 7GB per bulan. Lalu, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh kuota sebanyak 10GB per bulan. Sebelumnya, mendapatkan 35GB per bulan.

Kemudian untuk guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sebelumnya, kuota yang diberikan sebesar 35GB per bulan. Terakhir, untuk mahasiswa dan dosen, akan memperoleh kuota sebanyak 15GB per bulan. Di mana pada tahun 2020, kuota yang dialokasikan sebesar 50GB per bulan. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top