Kunjungi Kampung Tangguh Namodale, Kapolda NTT Apresiasi Sinergitas Forkopimda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi Kampung Tangguh Namodale, Kapolda NTT Apresiasi Sinergitas Forkopimda


BERTEMU PENENUN. Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif (Jongkok) didampingi Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto (Kiri) nampak berdialog dengan salah seorang penenun ketika berkunjung ke Kampung Tangguh Nusantara, di Namodale, Rabu (3/3). Lokasi ini merupakan pusat produksi kerajinan budaya Rote Ndao. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kunjungi Kampung Tangguh Namodale, Kapolda NTT Apresiasi Sinergitas Forkopimda


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Lotharia Latif, mengunjungi Kampung Tangguh Nusantara Namodale, Rabu (3/3). Kapolda didampingi Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, mendatangi Lingkungan III yang merupakan sentra produksi kerajinan khas Rote Ndao.

Meski terganggu karena pandemi Covid-19, sentra ini terus memproduksi berbagai kerajinan khas Rote Ndao, baik tenun ikat dan lain sebagainya. Walau pengrajinnya terancam tertular Covid-19, mereka terus bekerja memenuhi kebutuhan konsumen, dan khususnya pendapatan secara ekonomi. Untuk membentengi diri dari ancaman terpapar Covid-19, para pengrajin bekerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kabupaten Rote Ndao, hingga saat ini termasuk daerah yang cukup stabil, dalam menangani masalah Covid-19,” kata Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif kepada Timor Express, di sela-sela mengunjungi Kampung Tangguh Namodale, Rabu (3/3).

Menurutnya, keberhasilan tersebut dihasilkan melalui adanya sinergitas yang baik antara Bupati dan Forkopimda, dimana didalamnya terdapat pimpinan TNI/Polri sebagai garda terdepan, yang terus berjuang menangani ancaman virus berbahaya itu.

Keberhasilan itu mendapat apresiasi Kapolda Latif. Ia mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 menjadi atensi pemerintah pusat.

“Saya memberi apresiasi terhadap kebersamaan yang dibangun oleh Bupati Rote Ndao. Karena selama ini, sinergitas terjalin baik dengan Forkopimda dalam menangani pandemi ini,” kata Kapolda Latif, didampingi Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, dan beberapa Pejabat Utama Polri.

Kapolda Latif menyebutkan, ada dua hal yang menjadi fokus pemerintah pusat, yang terus dilakukan hingga saat ini. Kedua hal tersebut yakni, penanganan dan pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi. Sehingga untuk memujudkannya, diperlukan sinergitas yang baik dari berbagai pihak. Dua hal ini, sebutnya, menjadi atensi khusus Presiden Jokowi, yang disampaikan ke semua jajaran untuk dilaksanakan.

BACA JUGA: Sambangi Kampung Budaya Rote Ndao, Ketua Bhayangkari NTT: Wah Keren Ya…

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Selama 2020 Polda NTT Resmikan 21 Kampung Tangguh

“Ada dua hal yang menjadi antensi khusus, yang disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi, yakni penanganan dan pemulihan ekonomi. Sehingga untuk Rote Ndao, apa yang sudah dicapai saat ini, semoga terus dipertahankan,” harap Kapolda Latif.

Kampung Tangguh yang ditetapkan di Kelurahan Namodale, selain aktifitas produksi yang terus dilakukan oleh penduduknya, juga berdasarkan jumlah kasus positif Covid-19. Hingga saat ini, hanya terkonfirmasi dua kasus. Itupun berada di satu dari tiga wilayah rukun tetangga (RT).

“Lingkungan ini dipilih dan ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara, karena selain tidak banyak yang terpapar, juga merupakan tempat yang selalu berproduksi, melalui aktifitas perekonomian yang khas budaya,” kata Lurah Namodale, Polce Dillak, SH.

Karena terdapat beberapa aktifitas perekonomian warga, yang mencerminkan budaya Rote Ndao, kemudian menjadikan tempat ini sebagai ‘Kampung Budaya’ Rote Ndao. Kampung ini sering dikunjungi para wisatawan sebab menjadi sentra aneka ragam karya budaya yang dihasilkan dengan sangat tradisional, melalui tangan-tangan terampil.

Seperti kain tenun ikat berbagai motif, dengan ukuran bervariasi. Begitu pula kerajinan pandai perak, yang menghasilkan aksesories budaya, seperti pending, habas, bula molik, serta anyaman Ti’i Langga dan Sasando.

Mata pencaharian penduduknya didominasi sebagai pengrajin. Mulai dari pengrajin tenun ikat, pandai perak, serta anyaman, yang terpusat di tempat ini. Ada pula sebagai nelayan, pedagang kaki lima (PKL), dan buruh bangunan. Tetapi jumlahnya tak sebanding dengan pengrajin.

“Paling banyak adalah pengrajin, sisanya nelayan, PKL, dan buruh bangunan,” kata Damaris Lodoh, Kepala Lingkungan III, Kelurahan Namodale, kepada Timor Express, di sela-sela kunjungan Kapolda NTT. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top