Pemkab Matim Modali 333 THL yang Dirumahkan, Sekda Boni Minta Maaf | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Modali 333 THL yang Dirumahkan, Sekda Boni Minta Maaf


SOSIALISASI. 333 THL yang dirumahkan saat mengikuti sosialisasi untuk pelatihan ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Dinas Nakertrans, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Sosial Matim di Aula Sekda, Kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Guring Liwut, Kecamatan Borong, Senin (1/3). (FOTO: Prokopim Setda Matim for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Matim Modali 333 THL yang Dirumahkan, Sekda Boni Minta Maaf


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melakukan sosialisasi untuk pelatihan tenaga kerja bagi 333 pegawai tenaga harian lepas (THL) yang dirumahkan. Pelatihan itu dilakukan karena para THL itu akan diberi modal usaha oleh pemerintah juga jaminan kesehatan dari BPJS.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada 333 THL yang dirumahkan. Kegiatan ini bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah kepada semua yang dirumahkan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan, dalam sambutannya saat sosialisasi di aula Sekda, Kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Guring Liwut, Kecamatan Borong, Senin (1/3).

Dalam keterangan tertulis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Matim kepada TIMEXKUPANG.com, Senin (1/3) malam disebutkan, kegiatan sosialisasi itu tidak berlangsung sekaligus namun peserta dibagi dalam dua sesi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Sesi pertama diikuti 220 peserta, selanjutnya sesi kedua diikuti 113 peserta.

Selain Sekda Matim, hadir juga sejumlah pimpinan perangkat daerah. Pelaksana kegiatan itu adalah Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans), Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Dinas Sosial Matim.

Menurut Sekda Boni, Pemkab Matim telah menyiapkan anggaran untuk modal usaha bagi semua THL yang dirumahkan. Modal yang diberikan itu sebesar Rp 15 juta per orang. Dengan modal itu, setiap THL yang dirumahkan dapat mengembangkan usahanya sesuai minat masing-masing.

“Dana sebesar Rp 15 juta ini, secepatnya mereka dapat. Harapannya, dana yang didapatkan ini bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Setiap orang dan usaha yang dikembangkan tergantung mereka masing-masing. Artinya jenis usahanya tergantung mereka,” jelas Sekda Boni.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Matim,  Fransiskus Petrus Sinta, mengatakan, modal usaha senilai Rp 15 juta per orang ini akan dicairkan secara serentak. Sumber dananya dari APBD II Matim. Persyaratanya, wajib miliki KTP dan nomor rekening.

“Saat pencairan, dana ini langsung masuk ke rekening masing-masing. Setiap jenis usaha yang mereka ajukan, harus disertai dengan persyaratanya. Pencairanya juga tidak ada sedikit pun potongan,” kata Fransiskus.

Sementara itu Kadis Nakertrans Matim, Alfridus Jahang, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Matim karena sudah menyiapkan modal usaha bagi 333 orang THL yang telah dirumahkan pada awal 2021. Tentu dengan harapan, dana ini bisa dimanfaatkan dengan baik sesuai kebutuhan usaha masing-masing.

“Tentu ini salah satu langkah yang baik untuk 333 THL yang dirumahkan, agar bisa mengembangkan usahanya sesuai bakat mereka masing-masing. Semoga modal usaha yang diberikan ini dapat digunakan dengan baik,” harap Alfridus.

Sementara Sekretaris Dinas Sosial Matim, Sarjudin, dalam kesempatan itu menjelaskan, selain dapat modal usaha, 333 THL itu juga akan mendapatkan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) dari Pemkab Matim, berupa BPJS Kesehatan. Untuk pembayarannya BPJS itu, akan ditanggung sepenuhnya oleh Dinas Sosial setiap bulannya.

“Yang mendapatkan jaminan ini hanya untuk pelaku usaha yang betul-betul warga Matim, memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) Matim. Sedangkan mereka yang warga di luar Matim, tidak mendapatkan BPJS,” ujar Sarjudin. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top