Utamakan Langkah Restorative Justice, Advokat di TTU Apresiasi Kapolda dan Kapolres | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Utamakan Langkah Restorative Justice, Advokat di TTU Apresiasi Kapolda dan Kapolres


Advokat di TTU, Robertus Salu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Utamakan Langkah Restorative Justice, Advokat di TTU Apresiasi Kapolda dan Kapolres


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Advokat atau kuasa hukum tersangka SN, Robertus Salu memberi apresiasi kepada Kapolda NTT dan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) yang telah memberikan tanggapan cepat atas kasus pencemaran nama baik yang menjerat kliennya.

Pasalnya, berkat respon yang luar biasa dari Kapolri melalui Kapolda NTT dan Kapolres TTU UU ITE yang menjerat kliennya dapat berakhit damai melalui upaya restorative justice atau keadilan restoratif.

“Saya berterimakasih kepada bapak Kapolda NTT yang merespon cepat persolan ini dan kemudian memberikan ruang untuk mediasi dengan Pendekatan restorative justice,” ungkap Robert Salu kepada Timor Express, Rabu (3/2).

Menurut Robertus, restorative justice adalah suatu pendekatan penyelesaian tindak pidana yang lebih menitikberatkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.

Mekanisme tata acara dan peradilan pidana, tuturnya, yang secara khusus fokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi. Hal ini menciptakan kesepakatan atas proses penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku.

“Sekali lagi apresiasi yang tinggi bagi pihak Polda NTT dan Polres Timor Tengah Utara yang kemudian memberikan tanggapan cepat sehingga dapat terwujudnya Perdamaian sebagai hukum tertinggi,” tambah Robertus.

Baginya, masa depan anak dan guru yang diutamakan dalam pendekatan restorative justice dan persoalan ITE yang menjerat kliennya. Oleh karena itu, Polres TTU telah melakukan SP3 atas kasus tersebut berkat upaya restorative justice. “Karena bagi kami pemidanaan adalah tahap terakhir dalam Hukum Pidana Indonesia,” tutupnya.

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres TTU akhirnya mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dalam perkara pidana pencemaran nama baik dugaan pungli di SDN Bestobe TTU yang dilakukan oleh seorang siswa SMA di TTU.

Rupanya, upaya restorative justice yang dilakukan tim penyidik bersama kuasa hukum dari siswa SMA tersebut berbuah berhasil. Padahal, dua kali upaya restorative justice yang dilakukan gagal dengan alasan oknum guru SDN Bestobe menolak memaafkan siswa SMA tersebut. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top