DAU Sikka Dipangkas Rp 19 Miliar, Begini Penjelasan Kadis PKAD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

DAU Sikka Dipangkas Rp 19 Miliar, Begini Penjelasan Kadis PKAD


Kadis PKAD Kabupaten Sikka, Paul Prasetya. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

DAU Sikka Dipangkas Rp 19 Miliar, Begini Penjelasan Kadis PKAD


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Pusat kembali melakukan refocusing anggaran transfer daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

Untuk Kabupaten Sikka, DAU yang dipangkas sebesar Rp 19 miliar, dan DAK sebesar Rp 60 juta. Dengan pemotongan DAU/DAK tahun anggaran 2021 ini, maka dipastikan berdampak pada pelaksanaan program kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.

“Kabupaten Sikka mendapat potongan DAU sebesar Rp 19 miliar. Selain DAU, DAK juga mengalami pemotongan sebesar Rp 60 juta. Pemerintah pusat juga mengarahkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 17/Pmk.17/2021 tentang pengelolaan transfer dan dana desa tahun 2021, agar dilakukan refocusing (re-alokasi) kegiatan dalam rangka mendukung penanganan Covid-19,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kabupaten Sikka, Paul Prasetya, ketika dikonfirmasi, Rabu (24/2) lalu.

Paul menjelaskan, sesuai PMK nomor 17/PMK.7/2021 dan Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor S-30/MK/02/2021 mewajibkan daerah melakukan pemotongan dan refocusing. Pemotongan itu hanya berlaku pada kegiatan yang bukan prioritas. “Kalau Refocusing sifatnya hanya mengalihkan kegiatan yang sudah ada dalam APBD tahun 2021, namun anggarannya tidak dipotong,” kata Paul.

Sementara itu, lanjut Paul, berdasarkan Surat Edaran Gubernur NTT Nomor 903/256/BKUD.5/2021, menyebutkan bahwa besaran refocusing DAU 2021 minimal 8 persen yakni sebesar Rp 47,9 miliar atau disesuaikan dengan kebutuhan daerah dengan memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 sesuai penetapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sedangkan Dana Insentif Daerah (DID) di-refocusing sebesar 30 persen (Rp 8 miliar).

Refocusing anggaran, demikian Paul, akan ditujukan untuk kegiatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Diantaranya mem-back up operasional kegiatan vaksinasi, pemantauan dampak ikutan vaksinasi, distribusi tempat pengamanan dan penyimpanan vaksin serta instetif tenaga kesehatan yang melaksanakan vaksinasi.

Berikutnya, sambung Paul, untuk pos komando tingkat kelurahan, insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan penademi Covid-19 dan belanja kesehatan lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah. “Refocusing anggaran untuk empat kegiatan ini akan tetap dilakukan tanpa adanya pemotongan anggaran,” sebut Paul.

Paul menegaskan, Menteri Keuangan (Menkeu) memberi syarat bahwa jika Pemda tidak melakukan refocusing, maka DAU tahap berikut tidak akan dicairkan. “Kita disyaratkan potong 35 persen DAU untuk penanganan Covid-19. Jika kita tidak potong (Refocusing, Red), akibatnya DAU kita langsung dipotong Rp 17 miliar,” jelasnya. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top