Irigasi Jebol, Warga Desa Korobhera dan Paga Terancam Gagal Panen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Irigasi Jebol, Warga Desa Korobhera dan Paga Terancam Gagal Panen


TINJAU LOKASI BENCANA. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (kanan) didampingi Kepala BPBD, Daeng Bakir berdialog dengan warga saat meninjau Desa Korobhera, Selasa (2/3). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Irigasi Jebol, Warga Desa Korobhera dan Paga Terancam Gagal Panen


Bupati Sikka Janjikan Normalisasi Kali Umelelu Aebubu dan Pemasangan Bronjong di Korobhera

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Jebolnya irigasi di Desa Korobhera, Kecamatan Mego dan Bendungan Umalelu di Desa persiapan Aebubu, Kecamatan Paga, membuat petani di dua wilayah itu bakal terancam gagal panen. Pasalnya persawahan seluas 100,4 hektare di Desa Korobhera tidak mendapatkan pasokan air. Hal yang sama juga terjadi Umalelu.

Kepala Desa Korobhera, Darius Weu menjelaskan, akibat jebolnya saluran irigasi di area persawahan sekitar jembatan Ubamoro menyebabkan 100,4 hektare lahan tidak mendapatkan air. Sementara kondisi padi di persawahan tersebut dalam keadaan berbulir. Pemerintah Desa Korobhera pun mengadukan nasib para petani ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka.

“Masyarakat petani di Desa Korobhera saat ini mengalami kesulitan air untuk mengairi persawahan, karena irigasi jebol diterjang banjir beberapa pekan lalu. Kami akhirnya mengadikan masalah ini ke pemerintahan tingkat kabupaten,” jelas Darius, Selasa (2/3).

Menurut Darius, nasib yang sama juga dialami para petani di Desa persiapan Aebubu, Kecamatan Paga. Petani di desa ini juga dipastikan akan mengalami gagal panen lantaran jebolnya bendungan Umalelu akibat diterjang banjir. Kini masyarakat di dua wilayah itu berharap agar pemerintah setempat segera menemukan solusi guna mengatasi ancaman gagal panen tersebut.

“Dua wilayah di Desa Korobhera, Kecamatan Mego dan Desa persiapan Aebubu Kecamatan Paga dipastikan akan mengalami gagal panen, karena persawahan tidak mendapatkan air akibat irigasi dan bendungan jebol,” kata Darius.

“Kami hanya berharap ada solusi dari pemerintahan tingkat kabupaten, minimal bronjong untuk menahan air agar bisa mengalir ke persawahan,” tambah Darius.

Menyikapi pengaduan Kades Korobhera ini, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo bersama BPBD Sikka, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), langsung terjun ke wilayah bencana tersebut. Dihadapan Bupati dan warga, Kepala BPBD Sikka, Daeng Bakir langsung mengusulkan agar irigasi sawah di Ubamoro diberikan bantuan berupa bronjong.

Sementara jebolnya bendungan Umalelu Woloonen berdampak pada melebarnya sungai dan akan meguras lahan warga di Dusun Paga Barat, tepatnya di simpang tiga Umalelu. Atas kondisi itu BPBD Sikka pun langsung melakukan survey dan normalisasi batu yang berada disekitar sungai untuk menahan abrasi di wilayah tersebut.

“Untuk mengatasi irigasi dan bendungan yang jebol diterjang banjir, pemerintah akan segera lakukan normalisasi di sekitar kali Umelelu Aebubu agar tidak tergerus banjir. Sementara irigasi di Desa Korobhera akan segera dilakukan pemasangan bronjong,” kata Bupati yang akrab disapa Robi Idong saat meninjau ke Desa Korobhera, Selasa (2/3).

Bupati Robi menambahkan, untuk mengatasi pintu air jaringan irigasi Woloajo yang terletak di bawah jembatan Kaliwajo yang tertutup, pemerintah melalui BPBD akan mengerahkan alat berat ke lokasi untuk melakukan pembersihan. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top