Ketua KPU Matim: Bawaslu Memiliki Peran Sebagai Polisi dan Hakim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ketua KPU Matim: Bawaslu Memiliki Peran Sebagai Polisi dan Hakim


SOSIALISASI. Dua narasumber, Adi Mbalur dan Yohanes Subur, dipandu Kanis Lina Bana memaparkan materi dalam kegiatan sosialiasi Bawaslu Matim, Kamis (4/3). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

POLITIK

Ketua KPU Matim: Bawaslu Memiliki Peran Sebagai Polisi dan Hakim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menggelar kegiatan sosialisasi peran dan fungsi lembaga Bawaslu dalam pengawasan Pemilu, Kamis (4/3).

Sosialisasi yang berlangsung di Hotel Embun Pagi, Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong itu bertujuan agar masyarakat tahu fungsi dan tugas lembaga Bawaslu.

Sosialisasi itu menghadirkan tiga orang narasumber, yakni Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Matim, Yohanes Subur, dan Ketua KPU Matim, Adi Mbalur. Kegiatan yang dipandu jurnalis senior di Matim, Kanis Lina Bana ini dibuka Ketua Bawaslu Matim, Zakarias Gara, didampingi dua anggota Jefri Guido Bedo, dan Muhamad Adrian.

Hadir juga Koordinator Sekretariat Bawaslu Matim, Wilhelmus Rambung, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dari lintas agama, Kades Nanga Labang, perwakilan Pemerintah Desa Golo Kantar, staf KPU Matim dan staf Bawaslu Matim. Kegiatan itu tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kegiatan sosialiasi ini dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap peran dan fungsi lembaga Bawaslu,” jelas Ketua Bawaslu Matim, Zakarias.

Menurut Zakarias, kegiatan yang digelar itu bukan berarti di Matim sedang melaksanakan agenda pesta demokrasi. Namun pihaknya tetap terus memberikan sosialiasi kepada masyarakat, agar diketahui lebih jauh soal fungsi dan tugas Bawaslu. Sembari dalam kegiatan itu, pihaknya terus membangun kebersamaan dan sinergitas.

“Kegiatan ini juga bertujuan membangun kemitraan yang baik untuk bagaimana membangun yang namanya pengawasn partisipatif,” kata Zakarias seraya menambahkan, lembaga Bawaslu sedang melakukan pendataan pemilih berkelanjutan menuju Pemilu 2024.

“Sosialisasi ini juga kita mau merangkul dan mengajak semua elemen, untuk terlibat dalam kerja pengawasan Pemilu, sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku. Termasuk pendataan pemilih. Saya berharap informasi dari peserta sosialiasi,” ujarnya.

Sementara kedua narasumber, Adi Mbalur dan Yohanes Subur, dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah poin penting terkait peran dan fungsi Bawaslu. Bawaslu merupakan bagian dari penyelenggara Pemilu. Dimana dalam melaksanakan tugas, berdasarkan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Berdasarkan UU ini, kewenangan Bawaslu sangat stretegis. Dimana saat ini Bawaslu tidak hanya sebagai pengawas, tapi memiliki peran sebagai polisi dan hakim. Ada fenomena bahwa kalau sebelumnya tidak sampai eksekutor,” ujar Mbalur.

Lanjut dia, tugas Bawaslu juga mengawasi lembaga KPU. Tentu KPU dalam menjalankan tugas, tidak boleh toleh ke kiri, kanan, atas, dan bawah. “Terkesan kaku, itu iya. Tentu kaku, karena tugas KPU juga diawasi oleh Bawaslu. Tentu yang diawasi bukan secara pribadi, tapi kelembagaan,” katanya.

Mbalur menjelaskan, tujuan pengawasan Pemilu, yakni mencegah terjadinya konflik, mendorong tingginua partisipasi publik, menjadikan Pemilu berintegritas, dan meningkatkan kualitas demokrasi. Tentu peran utama yang telah dijalankan Bawaslu di Matim selama ini, melakukan pencegahan sebelum melakukan tindakan.

“Selama pesta demokrasi di Matim, Bawaslu telah melakukan pengawasan seluruh tahapan. Peran Bawaslu juga selalu melakukan pemetaan lokasi kerawanan Pemilu. Tentu hal yang paling penting juga untuk diketahui bersama bahwa tidak semua pelanggaran harus berakhir di meja hijau,” pungkas Mbalur. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top