229 Stan Pasar Lembor Mabar Hangus Terbakar, 2 Kebakaran dalam 2 Bulan Terakhir di Hari dan Tanggal yang Sama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

229 Stan Pasar Lembor Mabar Hangus Terbakar, 2 Kebakaran dalam 2 Bulan Terakhir di Hari dan Tanggal yang Sama


TINGGAL PUING. Kadis Sosial Mabar, Agus Mangiradja bersama anggota Tagana melihat lokasi pasar Lembor yang terbakar, Jumat, (5/3). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

229 Stan Pasar Lembor Mabar Hangus Terbakar, 2 Kebakaran dalam 2 Bulan Terakhir di Hari dan Tanggal yang Sama


Dinsos Mabar Drop Logistik 

LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 229 stan yang berada di Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat terbakar pada Jumat (5/3) dinihari sekitar pukul 04.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini tetapi taksasi kerugian mencapai miliaran rupiah.

Camat Lembor, Pius Baut kepada Timor Express, Jumat (5/3) mengatakan, kejadian terbakarnya Pasar Lembor ini merupakan kali kedua tepat di hari dan tanggal yang sama, tapi bulannya berbeda. Bulan lalu, kasus kebakaran terjadi pada hari Jumat, 5 Februari, dan sekarang bulan Maret.

Pius merincikan, 229 stan yang terbakar itu terdiri dari 187 stan milik Pemkab Manggarai Barat termasuk 20 bangunan permanen, 27 stan milik masyarakat, dan 15 stan milik KUD Lembor Rejeleleng.

“Semua stan yang terbakar adalah pedagang sembako, aksesoris, counter handphone, stan busana serta warung makan dan kopi,” bebernya.

Dia menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada dini hari menjelang pagi sehingga api sulit dipadamkan apalagi tidak ada mobil pemadam kebakaran sehingga api cepat merambat karena letak stan saling berdekatan.

Pasar Lembar di Mabar yang terbakar Jumat (5/3). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

“Api baru padam sekitar pukul 07.00 Wita setelah masyarakat dibantu aparat keamanan bahu membahu memadamkan api,” katanya.

Menurutnya semua warga korban kebakaran ini memiliki rumah tinggal sendiri sehingga barang mereka yang bisa diselamatkan disimpan di rumah, padahal pemerintah kecamatan sudah menyiapkan aula paroki Sta.Familia Wae Nakeng untuk menampung para korban.

Saat ini, lanjut dia, ia bersama staf dan jajarannya sedang melakukan identifikasi dan pendataan para korban berikut kerugian yang timbul akibat kejadian ini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mabar, Agus Mangiradja langsung bergerak cepat mengerahkan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk menjaga kemungkinan dibukanya dapur umum.

Tidak hanya itu, Dinsos Mabar juga membantu logistik berupa beras, masker, hand sanitaizer serta sembako.

“Kita siapkan logistik bagi korban dan tenaga Tagana kalau buka dapur umum,” tandasnya. (Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top