Bank NTT Jadikan Desa Fahiluka Binaan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bank NTT Jadikan Desa Fahiluka Binaan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif


PROGRAM DESA BINAAN. Manajemen Bank NTT dari kantor pusat dan cabang Betun pose bersama Penjabat Kades Fahiluka dan pengelola Taman Langit Motadikin, Kamis (4/3). Bank NTT memilih obyek wisata unggulan di Malaka ini sebagai salah satu desa binaan. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

BISNIS

Bank NTT Jadikan Desa Fahiluka Binaan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Manajemen Bank NTT Cabang Betun, Kabupaten Malaka, memilih Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah sebagai desa binaan program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif.

Sebagai wujud keseriusan program ini, perwakilan kantor pusat Bank NTT, yakni Kepala Divisi Pemasaran Kredit Mikro Kecil dan Konsumer, Johannis Tadoe, Kepala Sub Divisi Mikro, Reinhart Djo dan Officer Pertanian, Julian A. B. Messah melakukan kunjungan ke Pantai Motadikin, Kamis (4/3). Para bankir ini melakukan pertemuan bersama Penjabat Kepala Desa Fahiluka dan pengelola usaha kreatif mikro Taman Langit Motadikin Beach.

Dalam pertemuan itu, Johannis Tadoe menyampaikan agar masyarakat setempat dapat mengelola komoditi lokal, menciptakan karya inovatif dan kreatif agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa itu.

Menurutnya, berdasarkan hasil penjelasan Penjabat Kepala Desa Fahiluka, ternyata banyak hasil komoditi di desa itu yang perlu dikembangkan secara baik agar menjadi produk bernilai jual dan memiliki daya tarik terhadap wisatawan.

Masih menurut Johannis, agar para pengunjung atau wisatawan bisa bertahan lama di Pantai Motadikin, perlu dibangun home stay, serta pertunjukan budaya lokal setiap saat. “Intinya perlu dikemas dengan baik agar wisatawan terus berkunjung di Pantai Motadikin,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, lanjut Johannis, saat ini Pantai Motadikin sudah sangat baik dikembangkan oleh pemuda setempat dengan menyediakan fasilitas penyewaan kemah, payung, tempat tidur santai, dan ayunan. Namun hal ini perlu dikembangkan lagi agar bisa menjadi sesuatu yang lebih menarik.

Sementara itu, Pimpinan Bank NTT Cabang Betun Aronoldus Siku, kepada Timor Express, usai petemuan mengatakan, pihakya mengadakan program Desa Binaan khusus untuk Bank NTT bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Menurutnya, melalui program desa binaan itu, warga akan dibina untuk mengembangkan pangan lokal, usaha-usaha kreativitas masyarakat seperti, jagung, kacang hijau, umbi, tenun, dan tambak ikan.

Dikatakan, dari semua komoditi ini bukan dijual langsung secara gelondongan, namun diolah dan dikemas dalam bentuk produk lokal yang menjadi ciri khas Desa Fahiluka.

“Seperti bandeng juga bisa proses pembuatan bandeng presto, atau bisa buat abon bandeng. Ini tentu perlu kita lakukan studi banding karena di Desa Fahiluka sudah ada alat produksi, jadi tinggal desa membangun tempat dan dikelola masyarakat,” ungkapnya.

Program desa binaan Bank NTT ini, kata Arnold, nanti tidak hanya fokus pada satu produk saja tetapi semua produk unggulan di Desa Fahiluka akan diberdayakan untuk dimanfaatkan.

Arnold mencontohkan, kegiatan penjualan ikan, jika ada lebih bisa dibuat produk ikan olahan serta produk lainnya, juga tenun ikan. “Mungkin saat ini masih dikelola secara pribadi, akan tetapi ke depan kita upayakan bentuk kelompok dan memperbanyak produk kreatif masyarakat. Kalau butuh mesin bisa diadakan, agar bisa dipasarkan di Motadikin maupun di tempat lain,” kata Arnold.

Arnold menyebutkan, terkait program desa binaan, dirinya telah menyampaikan kepada Plh. Bupati Malaka, Donatus Bere, dan Plh. Bupati merespon baik dan sangat mendukung. “Kemarin Plh Bupati Malaka sudah menyampaikan bahwa Pemda siap mendukung kegiatan ataupun program dari Bank NTT ini,” ungkapnya.

Arnold menambahkan, dengan program desa binaan ini, selain mendukung program pemerintah juga bisa mendukung peningkatan PAD dan APBDes serta meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Fahiluka. “Apalagi lokasi di Pantai Motadikin sangat pas untuk dikembangkan karena daerah wisata, sehinga orang datang bisa lihat selain mengunjungi pantai, pengunjung juga bisa belajar menenun,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Fahiluka, Primus Nahak menyampaikan terima kasih kepada manajemen Bank NTT yang telah memilih Desa Fahiluka sebagai desa binaan Bank NTT Cabang Betun. “Saya atas nama Pemerintah Desa Fahiluka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank NTT atas kepercayaannya untuk memberikan dampingan dan memfasilitasi kegiatan pembangunan di Desa Fahiluka,” kata Primus.

Primus mengatakan bahwa dipilihnya Desa Fahiluka sebagai desa binaan Bank NTT sangatlah tepat karena desa ini oleh Gubernur NTT juga telah ditetapkan sebagai desa model kedua di Kabupaten Malaka tahun ini.

Menurut Primus, terkait pengembangan desa itu menjadi kawasan pariwisata, yang penting dilakukan adalah menginventarisir apa-apa saja yang menjadi potensi yang bisa dikembangkan di desa itu.

Primus menyebutkan, untuk potensi penduduk, jumlah penduduk di desa itu sebanyak 790 Kepala Keluarga (KK). Potensi alam, ada objek wisata Pantai Motadikin, Teluk Maubesi, dan Hasan Motadikin. Di bidang pertanian, ada tiga komoditi unggulan, yakni jagung, kacang hijau, dan sorgum.

Primus menambahkan, untuk potensi perikanan, ada budi daya bandeng, juga penangkapan ikan oleh nelayan. “Dengan adanya program ini, tentu kita akan merangkul semua pelaku usaha, pemuda atau organisasi masyarakat yang ada untuk bersama-sama mengembangkan potensi itu dengan kreatifitas yang dimiliki,” pungkasnya. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top