Pilkada Belu Habiskan Rp 30,5 Miliar, DPRD Agendakan RDP dengan KPU dan Bawaslu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pilkada Belu Habiskan Rp 30,5 Miliar, DPRD Agendakan RDP dengan KPU dan Bawaslu


ILUSTRASI. Rapat Pleno terbuka KPU Kabupaten Belu terkait hasil Pilkada. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Pilkada Belu Habiskan Rp 30,5 Miliar, DPRD Agendakan RDP dengan KPU dan Bawaslu


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu menjadwalkan mengundang dua lembaga penyelenggara Pemilu di daerah itu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengwasan Pemilu (Bawaslu) guna meminta penjelasan terkait hasil pelaksanaan Pilkada Belu 2020. Salah satu poin penting yang akan menjadi pembahasan adalah terkait pemakaian anggaran, dimana menurut para wakil rakyat dana yang dihabiskan dalam perhelatan politik di Belu cukup bombastis.

Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior saat dikonfirmasi Rabu (3/3) membenarkan adanya rencana mengundang lembaga KPU dan Bawaslu Belu. Kedua lembaga itu akan dimintai penjelasan terkait pengelolaan anggaran Pilkada 2020 lalu. “Kita undang untuk menghadiri agenda ini. Agendanya terkait pelaksanaan Pilkada Belu,” kata Jeremias.

Dikatakan kedua lembaga diundang untuk menjelaskan terkait tahapan dan pelaksanaan Pilkada sampai saat ini, yang belum ada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belu definitif hasil Pilkada Belu 2020.

Menurut Jeremias, pelaksanaan Pilkada Belu tahun 2020 tidak sesuai dengan harapan. Sebab anggaran yang digunakan kedua lembaga penyelenggara di Belu cukup besar. Sehingga perlu diketahui masyarakat secara terbuka.

BACA JUGA: KPU Belu Buka 22 Kotak Suara, Polisi Kawal, Bawaslu Tak Hadir

Jeremias menjeaskan, KPU dan Bawaslu Belu perlu dimintai penjelasan secara lebih detail terkait penggunaan dana yang begitu banyak, namun hasil atau out put dari proses Pilkada itu tidak sesuai harapan, dimana saat ini hasilnya sedang berproses (sengketa) di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Rencananya pekan depan, dua lembaga ini, yakni KPU dan Bawaslu bisa memberikan klarifikasi. Saya sebagai pimpinan akan minta Komisi I untuk mengagendakan itu dan jadwalkan untuk rapat dengar pendapat (RDP),” kata Jeremias.

Untuk diketahui, Pilkada Belu tahun 2020 menghabiskan anggaran senilai Rp 30,5 miliar. Dana ini bersumber dari APBD Belu tahun 2020.

Total anggaran itu dialokasikan untuk Polri, TNI, KPU, dan Bawaslu Belu yang ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) awal Februari 2020 lalu.

Rinciannya Polres Belu mendapat Rp 4,2 miliar, Kodim 1605/Belu sebesar Rp 800 juta, KPU Belu senilai Rp 18 miliar, dan Bawaslu Belu sebesar Rp 7,5 miliar. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top