ASI Eksklusif di Era Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

ASI Eksklusif di Era Covid-19


Dokter di RS Leona, dr. Steffany Maria Lainama. (FOTO: DOK. PRIBADI)

OPINI

ASI Eksklusif di Era Covid-19


Oleh: dr. Steffany Maria Lainama *)

World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, dilanjutkan hingga usia 2 tahun disertai dengan makanan pendamping (MP-ASI).

ASI merupakan makanan ideal bagi bayi, karena aman, bersih, murah, serta mengandung antibodi yang membantu proteksi terhadap penyakit.

ASI juga menjadi sumber nutrisi dan energi utama yang dibutuhkan bayi pada beberapa bulan pertama kehidupan. Kandungan dalam ASI mudah dicerna dan diserap oleh bayi, bahkan bayi prematur sekalipun.

Banyak keuntungan juga didapatkan bagi ibu yang menyusui seperti kekebalan tubuh yang meningkat karena produksi antibodi yang bertambah. Proses menyusui juga mempererat hubungan batin antara ibu dan anak.

Namun, di era Covid-19 ini, dimana banyak ibu yang terkonfirmasi Covid-19, apakah aman untuk memberikan ASI kepada bayi? Apakah ibu dapat memberikan ASI secara langsung atau ASI perah? Apakah bayi akan terkena Covid-19 bila mendapat ASI dari ibu yang terkonfirmasi?

WHO tetap merekomendasikan pemberian ASI oleh ibu yang dicurigai atau terkonfirmasi Covid-19. Hal ini dikarenakan, manfaat pemberian ASI jauh melebihi risiko penularannya. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti transmisi virus Covid-19 melalui ASI ataupun selama kehamilan. Penularan virus Covid-19 masih diyakini melalui droplet. Sehingga, penularan pada bayi dapat terjadi setelah bayi lahir.

Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, bila ibu dicurigai atau terkonfirmasi Covid-19:

  1. Bayi sebaiknya dipisahkan dengan ibu yang dicurigai atau terkonfirmasi Covid-19
  2. Pemberian ASI dengan ASI perah
  3. Mencuci tangan sebelum dan setelah memerah ASI wajib dilakukan
  4. Penggunaan masker saat memerah ASI
  5. Pembersihan area puting sebelum dan sesudah memerah ASI
  6. Sterilisasi alat pompa setelah dipakai
  7. Bersihkan permukaan botol sebelum disimpan
  8. Simpan ASI perah dengan benar
  9. Simpan alat pompa dengan benar
  10. Dukungan emosional juga perlu diberikan kepada ibu

Bila ibu dengan kecurigaan atau terkonfirmasi Covid-19 tetap ingin memberikan ASI secara langsung pada bayinya, maka hal ini dapat dipertimbangkan. Ibu harus mengerti risiko yang dapat terjadi dan harus mengikuti protokol kesehatan seperti: memakai masker saat menyusui, mencuci tangan sebelum, dan sesudah menyusui. Membersihkan area putting sebelum dan sesudah menyusui, serta ibu dalam keadaan tidak bergejala dan mampu untuk memberikan ASI. Namun, hal ini tidak direkomendasikan oleh IDAI, karena risiko penularan terhadap bayi yang tinggi.

Pada ibu yang terkonfirmasi Covid-19 dan mendapatkan terapi seperti antivirus, antibiotik dan vitamin, masih dapat memberikan ASI bagi bayinya. Beberapa jurnal menyebutkan bahwa hanya terdapat sedikit kandungan zat-zat tersebut di dalam ASI, namun masih dalam batas aman untuk diberikan kepada bayi. Kapan ibu bisa kembali menyusui? Menyusui secara langsung dapat dilakukan kembali bila ibu telah bebas dari gejala atau telah menyelesaikan masa karantina ataupun didapatkan hasil swab berturut-turut negatif.

Saat ini, mulai dilakukan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Salah satu pertanyaan yang muncul yaitu apakah vaksinasi Covid-19 aman bagi ibu menyusui? Sejumlah vaksin Covid-19 yang ada belum melalui uji klinis pada ibu menyusui, sehingga belum diketahui secara pasti risiko pada bayi yang dapat terjadi pada ibu menyusui yang mendapatkan vaksinasi. Namun, beberapa organisasi kesehatan meyakini pemberian ASI oleh ibu yang telah divaksinasi aman diberikan kepada bayi. Mengingat keuntungan yang didapatkan dari ASI melebihi risiko yang mungkin dapat timbul. (*)

*) Dokter di RS Leona Kupang

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya OPINI

To Top