Hadapi Tahun Ajaran Baru, 24 Ribu Guru di NTT Siap Divaksin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadapi Tahun Ajaran Baru, 24 Ribu Guru di NTT Siap Divaksin


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi ketika dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com di ruang kerjanya, Jumat (5/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Hadapi Tahun Ajaran Baru, 24 Ribu Guru di NTT Siap Divaksin


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahap kedua. Tahap pertama dilakukan dengan sasaran tenaga kesehatan (Nakes). Kini, pada vaksinasi tahap kedua sasarannya adalah lansia dan pelayan publik. Salah satu pelayan publik yang menjadi sasaran program nasional ini adalah guru/tenaga kependidikan.

Sesuai data kependudukan di NTT, lansia dan pelayanan publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua ini lebih kurang mencapai 900 ribu orang.

Dari jumlah itu, khusus guru dan tenaga kependidikan diestimasi mencapai 24 ribu orang. Para guru harus mendapat vaksi Covid-19 karena sebagaimana target Presiden Jokowi, diharapkan dalam tahun ajaran baru Juli 2021 nanti, proses belajar mengajar (KBM) sudah bisa kembali normal.

Sesuai instruksi serta edaran pemerintah pusat melalui menteri pendidikan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sebagai perpanjangan di tangan daerah, tengah mempersiapkan hal-hal teknis demi suksesnya program vaksinasi bagi guru/tenaga pendidik itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, mengapresisi keputusan presiden yang meminta Kementerian Pendidikan Nasional menyiapkan proses pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru nanti.

Menurut Linus, rencana pembukaan aktivitas di sekolah, bertujuan meretas semua persoalan yang terjadi selama masa pandemi seperti keluhan orangtua dan siswa terkait kuota belajar, keterbatasan jaringan internet, dan kendala lainnya. “Bagi kami keputusan presiden ini merupakan langkah yang sangat tepat,” kata Linus kepada media ini saat ditemui di kantornya, Jumat (5/3).

Linus menilai, rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah itu sangat positif, namun harus dipersiapkan dengan baik demi mencegah penyebaran virus korona di lingkungan sekolah.

BACA JUGA: Vaksinasi 5,8 Juta Guru, Jokowi Harapkan Juli Sekolah Bisa Normal

Salah satu bentuk persiapan itu, kata Linus, adalah memberi vaksinasi kepada para guru dan semua tenaga pendidik di NTT. “Perlu disikapi kebijakan ini dengan baik melalui tahapan dn perencanaan yang baik. Kita akan berkoordinasi dengan pihak kesehatan dalam hal ini Dinkes agar guru dan tenaga pendidik dapat divaksin sebelum KBM tatap muka dibuka,” ujarnya.

“Kami berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat berkoordinasi dapat mengutamakan sektor pendidikan,” harapnya.

Mantan Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan NTT itu menyebutkan, di NTT terdapat 247 ribu siswa yang tersebar di 901 sekolah berbagai tingkatan. Sedangkan guru dan tenaga pendidik berjumlah kurang lebih 24 ribu. Oleh karena itu, Linus meminta agar rencana pemerintah pusat ini harus disikapi dengan skala perioritas di sektor pendidikan.

“Kuota vaksin mesti harus diutamakan. Kami mencoba berkoordinasi sesuai fungsi dan peran dalam penanganan Covid-19, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Intinya kita siap untuk divaksin karena ini bentuk keharusan,” tegasnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa berharap sebelum dilakukan KBM tatap muka, guru dan tenaga pendidik sudah dipastikan menerima vaksin disesuaikan dengan program vaksinasi.

Menurut Yunus, selain vaksinasi, perlu juga menyiapkan skema protokol Covid-19 sehingga tidak semata-mata mengabaikan protapnya. “Protokol mesti diperioritaskan menanti proses vaksinasi kepada tenaga kependidikan,” katanya.

Ditambahkan, rencana pembukaan KBM tatap muka juga mesti memperhatikan epidemiologi dengan melihat tren kenaikan kasus. Jika tren terus meningkat harus disesuaikan walaupun estimasi pemerintah pusat bahwa KBM tatap muka akan dilakukan Juli 2021.

“Kita memang tidak menginginkan tren kasus terus meningkat. Saya melihat secara psikologis, pemerintah mau tidak mau harus menyiapkan skema tatap muka untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa semua elemen harus patuhi protokol Covid-19,” tandasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top