Jawab Pertanyaan Masyarakat, Dinkes Kota: Vaksinasi Dilayani Gratis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jawab Pertanyaan Masyarakat, Dinkes Kota: Vaksinasi Dilayani Gratis


SUNTIK VAKSIN. Camat Kota Lama, Semuel Messakh menerima suntikan vaksin Covid-19 dari tenaga medis di RSUD S. K. Lerik, Rabu (3/3). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jawab Pertanyaan Masyarakat, Dinkes Kota: Vaksinasi Dilayani Gratis


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menyiagakan 26 fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di Kota Kupang untuk melayani penyuntikan vaksin Covid-19. Saat ini telah memasuki tahap kedua vaksinasi, dimana yang diprioritaskan adalah warga lanjut usia (Lansia) dan pelayan publik.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya, masih ada warga masyarakat yang belum mendapatkan informasi secara utuh terkait pelaksanaan vaksinasi ini, bahkan ada yang ragu ke pusat pelayanan kesehatan lantaran tak memiliki biaya untuk membayar.

Menyikapi adanya informasi ini yang berkembang di masyarakat, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsih dengan tegas menyatakan bahwa vaksin yang dilakukan saat ini adalah program pemerintah sehingga tidak dipungut biaya.

“Ada beberapa informasi yang didapat dan pertanyaan oleh masyarakat, tentang apakah vaksinasi ini berbayar atau tidak? Jadi kami ingin tegaskan di sini bahwa semua vaksinasi dilayani secara gratis dan merupakan hak masyarakat,” tegas Sri Wahyuningsih saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (5/3).

“Saya tegaskan lagi, vaksinasi yang ada sekarang ini adalah gratis dan diprioritaskan bagi lansia. Kami juga sudah ada surat penegasan, bahwa pemerintah Kota Kupang melalui 26 fasilitas kesehatan, melakukan pelayanan vaksinasi secara gratis. Jika vaksin tersebut kurang, maka dapat menginformasikan kepada Dinas Kesehatan, dan dinas akan melakukan distribusi, dimana proses distribusi vaksin dikawal oleh aparat kepolisian,” jelasnya.

Sri Wahyuningsih mengatakan, para lansia hanya perlu datang ke fasilitas kesehatan terdekat, dengan membawa serta Kartu Tanda Penduduk untuk didaftarkan dan menerima layanan.

Sementara itu, Camat Kota Lama, Samuel Messakh, mengatakan, wilayah yang ia pimpin terdapat 10 kelurahan dan 2 puskesmas. Untuk kelancaran pelayanan vaksinasi, telah dibagai jadwal sesuai wilayah pelayanan masing-masing puskesmas. Karena ada dua puskesmas, setiap puskesmas melayani lima kelurahan.

Menurut Semuel Messakh, sesuai hasil pantauan di lapangan, di Puskesmas Pasir Panjang proses vaksinasi berjalan baik, hanya sedikit terkendala pada koneksi internet. Kalau internet lambat, maka pendataan masing-masing pasien juga terlambat sehingga akan memakan waktu lebih lama.

“Itu harus diperhatikan betul. Jika dimungkinkan alangkah lebih baik pengambilan data penerima vaksin dilakukan secara manual saja. Kemudian fasilitas ruang terbuka yang terbatas juga menjadi hambatan karena membutuhkan tenda dan ruang terbuka yang cukup agar tidak terjadi kerumunan,” tegasnya.

Samuel menyebutkan, selain melayani lansia atau masyarakat umum, masing-masing Puskesmas juga diberi tanggung jawab melakukan vaksinasi terhadap ASN/pelayan publik yang dibagi berdasarkan jadwal dan lokasi vaksinasi.

“Alangkah lebih bijak jika dibagi saja lansia atau masyarakat umum ke kelurahan dan ASN ke puskesmas, sekalian pihak puskesmas menjemput bola, tetapi kendala yang harus dipikirkan adalah 30 menit pasca vaksinasi, yang mana penerima vaksin harus diobservasi selama 30 menit. Untuk menunggu reaksi vaksin terhadap masing-masing pasien, jika terjadi emergency maka harus dibutuhkan tindakan darurat yang harus didukung alat kesehatan, sehingga bila harus vaksinnya dilakukan di kelurahan tentu hal tersebut wajib dipikirkan apakah menyediakan ambulance atau alat kesehatan di kelurahan,” harapnya.

“Saya juga berterima kasih kepada para lurah se Kecamatan Kota Lama, tenaga kesehatan dan pihak kecamanan serta satgas kelurahan yang telah bekerja keras dalam penanganan pandemi ini. Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Kota Lama agar sama-sama kita terus menerapkan berbagai upaya dalam rangka pencegahan penyebaran virus ini. Sejauh ini, Kecamatan Kota Lama menjadi kecamatan yang paling sedikit jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19. Wilayah ini bahwa mencatatkan kemajuan kesembuhan pasien paling tinggi,” beber Semuel. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top