Bupati Sikka Terpikat Kisah Sukses Petani Vanili Very Nong, Robi Idong: Harus Jadi Contoh | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sikka Terpikat Kisah Sukses Petani Vanili Very Nong, Robi Idong: Harus Jadi Contoh


MASUK KEBUN. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo ketika mendatangi perkebunan vanili milik Very Nong, di Desa Uma Uta, Kecamatan Bola, Jumat (5/3). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Sikka Terpikat Kisah Sukses Petani Vanili Very Nong, Robi Idong: Harus Jadi Contoh


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Very Nong, warga Dusun Rohe, Desa Uma Uta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka dijuluki sebagai petani vanili yang sukses. Pasalnya Very mampu menanam dan merawat vanili sebanyak 12.000 pohon di lahan seluas lima hektar.

Atas keberhasilannya itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mendatangi perkebunan vanili milik Very, Jumat (5/3). Bupati Fransiskus mengaku kagum dan mengapresiasi prestasi yang dicapai Very, dan memuji Very sebagai petani sukses. Fransiskus berharap kisah sukses Very ini bisa ditularkan ke petani lainnya.

Bupati yang akrab disapa Robi ini menjelaskan kalau kesuksesan Very Nong karena tekun dengan usahanya sebagai petani vanili. Bupati Robi menyebutkan, dengan tananam vanili sebanyak 12.000 pohon di lahan seluas lima hektare, Very menyatakan bahwa ia mampu memanen vanilinya sebanyak 5 sampai 6 ton basah. Musim panen vanili yang berlangsung pada pertengahan Maret, bakal menjadi hari bahagia Very. Pasalnya setiap kilogram vanili, ia jual dengan harga Rp 160.000.

“Very merupakan petani yang sukses karena mampu menanam dan merawat vanilinya sebanyak 12.000 pohon yang ditanam di atas tanah seluas 5 hektare. Untuk musim ini tepatnya pertengahan bulan Maret, Very akan memanen dan menjual vanilinya dengan harga Rp 160.000/kg,” ungkap Robi kepada awak media usai bertemu Very.

Very, kata Robi, merupakan seorang petani yang sabar dan berhasil, karena itu harus menjadi contoh bagi petani lainnya. Para pimpinan OPD, lanjut Robi, harus mencari kemitraan untuk membantu para petani dan sektor lainnya. Hal itu dinilai penting sebagai salah satu bagian strategi program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Akhir bulan Maret, demikian Robi, akan dilakukan uji coba penanaman vanili oleh PFPVI, pada sejumlah lahan di wilayah Kabupaten Sikka. Dengan jumlah bibit yang akan ditanam sebanyak 2.000 pohon. Hasil tanam akan dibandingkan dengan hasil produk lokal. “Terkait pemasaran, saya sarankan untuk membuat wadah petani sehingga harga petani dibuat secara standar,” ujarnya.

Robi juga menegaskan kepada aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa agar meningkatkan keamanan lingkungan jelang musim panen. Hal ini bertujuan menghidari kasus pencurian vanili yang selalu menjadi momok tahunan bagi para petani.

Very Nong, kepada media ini mengaku bahwa vanilinya ditanam sejak tahun 1999, dan tanamannya itu siap dipanen pada pertengahan Maret ini. Very juga mengaku dalam seminggu banyak pembeli yang datang dari luar daerah untuk menawarkan vanilinya. Very dan para petani lainnya juga telah berkomitmen untuk mejaga mutu vanili asal Maumere sehingga dapat bersaing dengan vanili lainnya dari luar daerah.

“Vanili ini saya tanam sejak tahun 1999, sampai saat ini sudah 12.000 pohon dan semuanya produktif. Pertengahan bulan ini siap dipanen dan dijual. Banyak para pembeli datang menawar, termasuk dari Alor,” ungkap Very. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top