Jaksa Lidik Program Berarti di TTU, Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Lidik Program Berarti di TTU, Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah


Kajari TTU, Robert Jimmy Lambila. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Lidik Program Berarti di TTU, Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Berarti) di Kabupaten TTU.

Kegiatan yang merupakan program unggulan Bupati-Wakil Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes-Aloysius Kobes pada periode 2016-2021 tersebut dinilai syarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Sesuai data yang dihimpun Timor Express, sejauh ini, tim penyidik dari Kejari TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Kadis PRKPP), Anton Kapitan, dan tiga orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Amos Pala, Erik Sasi, serta Vinsen Ketmoen.

Selain itu, tim penyidik Kejari TTU juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah suplier dan Ketua Kelompok Masyarakat Penerima Sasaran (KMPS)

Kajari TTU, Robert Jimmy Lambila, kepada Timor Express, Senin (8/3) membenarkan adanya proses pemeriksaan terhadap Kadis PRKPP dan PPK. Pemeriksaan itu, kata Robert, merupakan bagian dari proses penyelidikan terhadap pelaksanaan program Berarti di TTU tiga tahun anggaran, yakni 2018, 2019, dan tahun 2020.

Dikatakan, langkah penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya bahwa ada banyak pekerjaan yang belum selesai. Sehingga, untuk memastikan ada tidaknya perbuatan tindak pidana korupsi, penyidik memanggil para pihak untuk dimintai keterangan.

“Kita sementara lidik program Berarti di Kabupaten TTU karena berdasarkan laporan masyarakat ada yang belum tuntas dikerjakan sampai sekarang,” jelas jaksa yang dikenal getol mengungkap kasus-kasus korupsi selama berkarir.

BACA JUGA: Warga Adukan Pungli Program Berarti di Desa Tuabatan Barat, Ini Pengakuan Kadis PRKPP

BACA JUGA: Masyarakat Desa Fatuoin-TTU Mengeluh, Bahan Bangunan Program Berarti Kurang

Menurut Robert, penyelidikan yang dilaksanakan pihaknya meliputi apakah anggaran untuk program Berarti sudah dicairkan ke supplier dan supplier itu tidak meneruskan, lalu bagaimana mekanisme penunjukkan supplier. Apakah penunjukkannya sesuai ketentuan, serta apakah supplier yang ditunjuk itu memenuhi persyaratan sebagai supplier sebagaimana diatur dalam juknis atau tidak.

Selain itu, lanjut Robert, pihaknya akan mengembangkan penyelidikan lebih jauh untuk memperoleh fakta hukum yang sebenar-benarnya dengan memanggil dan memeriksa Kadis PRKPP, PPK, dan sejumlah supplier.

“Kami sudah periksa tujuh supplier untuk delapan desa dan saya minta mereka jujur katakan apakah ada intervensi atau arahan dari dinas atau pihak lain untuk menunjuk supplier yang kemudian ternyata tidak sesuai dengan juknis bisa disampaikan. Jangan sampai terjebak dengan jawaban sendiri. Kami akan panggil semua supplier. Untuk saat ini yang sudah kita panggil kepala dinas, PPK, dan beberapa supplier,” bebernya.

Dijelaskan, anggaran untuk pelaksanaan program Berarti terbilang cukup besar. Untuk tahun 2020, Pemkab TTU menggelontorkan anggaran sebesar Rp 48 miliar untuk pembangunan 3.000 lebih rumah layak huni. Pihaknya akan mencari skema penyelidikan dan penyidikan yang singkat agar dengan satu langkah dapat diselesaikan.

Robert berharap langkah penyelidikan yang ditempuh pihaknya dapat menjadi shock therapy bagi supplier lain yang belum menyuplai material kepada masyarakat penerima program. Para supplier diminta segera menyuplai material sesuai RAB yang ada.

“Kami mencari skema penyelidikan dan penyidikan yang singkat. Kita tidak mungkin memeriksa 3.000 rumah ini. Bagaimana cara kita memotong jalan penyelidikan itu agar hanya dengan satu langkah bisa diselesaikan. Kita harapkan agar dengan penyelidikan ini supplier yang belum turunkan barang segera dilaksanakan sesuai dengan RAB,” tegasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top