Polisi Jerat Le Ray dengan Pasal Penganiyaan, Tak Memenuhi Unsur Sangkaan Pencabulan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Jerat Le Ray dengan Pasal Penganiyaan, Tak Memenuhi Unsur Sangkaan Pencabulan


TELITI BERKAS. Kasi Pidum Kajari TTU, Santi Efraim, SH saat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Le Ray di aula Kajari TTU, Senin (8/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Jerat Le Ray dengan Pasal Penganiyaan, Tak Memenuhi Unsur Sangkaan Pencabulan


Penyidik Tahap Dua Kasus Penganiyaan di Rujab Bupati TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Satreskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) akhirnya merampungkan penyelidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Le Ray kepada korban BWA belum lama ini.

Terbukti, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan korban dan pelaku, tim penyidik akhirnya menetapkan pasal tunggal terhadap tersangka Le Ray, yakni pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Sedangkan, sangkaan pasal dugaan pencabulan gugur karena tidak memenuhi unsur.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express, Senin (8/3) mengatakan, penyidik telah melakukan pelimpahan berkas perkara tahap dua atas kasus tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTU.

Adapun barang bukti yang dilimpahkan kepada JPU diantaranya, tersangka dan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk melakukan tindakan penganiyaan terhadap BWA.

“Penyidik telah melaksanakan tahap dua kepada JPU. Pasal yang disangkakan itu yakni pasal 351 untuk penganiayaan,” ungkap Sujud.

BACA JUGA: Le Ray Dikenai Pasal Berlapis, Ini Ancaman Hukuman untuk Pelaku 2P

Sujud menambahkan, dengan dilakukan pelimpahan tahap dua atas kasus tersebut, dengan sendirinya kewenangan pihak Kepolisian pun ikut beralih ke pihak Kejaksaan.

Sujud berharap, kasus dugaan penganiyaan yang salah satu TKP-nya menggunakan rumah jabatan Bupati TTU tersebut segera berproses hingga mendapatkan kepastian hukum melalui persidangan di Pengadilan Negeri Kelas II Kefamenanu.

“Kewenangan Kita sudah beralih ke pihak Kejaksaan. Namun kalau JPU membutuhkan bukti tambahan, maka akan kita penuhi untuk mendukung proses hukum kasus tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Kasi Pidum Kajari TTU, Santi Efraim ketika Dikonfirmasi Timor Express di ruang Kerjanya, Senin (8/3) membenarkan adanya pelimpahan tahap dua kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Le Ray.

Dikatakan, JPU telah menyatakan berkas perkara tahap dua dinyatakan lengkap sejak Jumat (5/3) lalu dan penyidik Satreskrim Polres TTU baru melimpahkan tersangka dan berkas perkara untuk diteliti oleh JPU.

Penyidik Polres TTU menjerat tersangka Le Ray dengan pasal 351 Ayat 1 KUHP untuk tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal kurungan badan 2 tahun 8 bulan. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top