Pastor Paroki KKN Were Tolak Pengeboran Panas Bumi, Begini Respon PLN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pastor Paroki KKN Were Tolak Pengeboran Panas Bumi, Begini Respon PLN


RAPAT KOORDINASI. Pastor Paroki KKN Were, Pater Frans Da Gomez (berdiri, kanan) menyatakan menolak adanya rencana pengeboran panas bumi dalam rapat koordinasi yang berlangsung di aula Setda Ngada, Senin (8/3). (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pastor Paroki KKN Were Tolak Pengeboran Panas Bumi, Begini Respon PLN


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Rencana pengeboran panas bumi di wilayah Kecamatan Golewa tepatnya di Desa Radabata hingga kini belum menemukan titik terang. Tidak ingin melihat umatnya diresahkan dengan rencana tersebut, Pastor Paroki Keluarga Kudus Nazareth (KKN) Were, Pater Frans Da Gomes dengan tegas menyatakan menolak adanya pengeboran panas bumi yang lokasinya tidak jauh dari titik pembangunan gedung gereja setempat.

Penolakan tersebut disampaikan langsung Pastor Paroki KKN Were pada rapat koordinasi bertempat di Aula Setda Ngada, Senin (8/3).

“Umat saya penuh dengan keresahan karena mereka melihat bahwa titik pengeboran panas bumi tersebut berdekatan permukiman, gereja, dekat kuburan umum dan dekat dengan kampung adat,” ungkap Pater Frans Da Gomes.

Penolakan Pater Frans ini karena ia tidak mau umatnya di paroki, khususnya stasi Radabata akan dicela kemudian hari. “Ibarat kita mau makan telur ayam, tetapi ayam yang dimatikan,” katanya.

Karena itu, lanjut Pater Frans, dengan tegas, dirinya sebagai pastor paroki menolak dan tidak menerima bahwa titik pengeboran panas bumi berdekatan gereja. “Apalagi umat saya sedang berjuang untuk membangun gereja baru,” tandas Pater Frans.

BACA JUGA: Warga 2 Desa di Ngada Tolak Rencana Pengeboran Panas Bumi di Radabata, Ini Respon PLN

Menyikapi penolakan Pater Frans itu, pihak PT. PLN (Persero) menyampaikan bahwa mereka telah memperhitungan efek-efek negatif dari proses itu dikemudian hari.

“Tetapi ini sudah terjadi. Sesederhana itukah, apakah ini seperti memperbaiki sepeda motor? Ah, paling-paling ganti rugi. Tapi bahwa Anda (PLN, Red) bisa memulihkan lagi bumi ini, dari air yang keruh menjadi air yang baik? Tidak sesederhana itu untuk memperbaiki bumi yang sudah rusak. Saya sudah sampai lokasi, dengan jarak yang ada saya tidak menerima. Karena itu, saya tawarkan apakah tidak ada titik lain yang jauh dari permukiman, kuburan hingga bangunan gereja,” tegas Pater Frans menyikapi penyampaian pihak PLN.

Pater Frans berharap pihak-pihak terkait dapat melakukan perhitungan ulang soal titik atau lokasi pengeboran.

Pihak PT. PLN (Persero) yang diwakili Bobby Robson Sitorus selaku Pejabat Pengendali K3 mengatakan bahwa setiap proyek itu biasanya ada penolakan dan ada juga yang menerima. “Tetapi kita akan melakukan terus. Saat ini kita masih dalam tahapan proses izin, melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kita akan berusaha sampai adanya satu pemahaman dengan tujuan kita,” kata Bobby.

Terkait pengeboran panas bumi di wilayah Golewa, menurut Bobby, sesuai rencana dilakukan di empat titik pengeboran. Pengeboran tersebut nanti akan saling berdekatan. “Setelah semua selesai akan ada sosialisasi lagi terkait pembebasan lahan. Rencana pengeborannya dilakukan 2021, namun akan kita sesuaikan dengan situasi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top