Tunggu Rekomendasi Inspektorat, Dinas PMD Rote Ndao Jadwal Ulang Pelantikan 4 Kades | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tunggu Rekomendasi Inspektorat, Dinas PMD Rote Ndao Jadwal Ulang Pelantikan 4 Kades


Kabid Bina Pemerintah Desa dan Kelurahan, Dinas PMD Rote Ndao, Dolorosa M. Bria, memberi keterangan dan klarifikasi soal jumlah desa yang masih tertunda pelantikan Kadesnya saat ditemui TIMEX, di ruang kerjanya, Senin (8/3). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Tunggu Rekomendasi Inspektorat, Dinas PMD Rote Ndao Jadwal Ulang Pelantikan 4 Kades


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, kembali menjadwalkan pelaksanaan pelantikan terhadap beberapa Kepala Desa (Kades) terpilih. Pasalnya, dari 67 Kades, baru dilantik dan diambil sumpah sebanyak 63 orang, sehingga masih 4 Kades yang tertunda.

Tertundanya pelantikan ini karena belum mengantongi rekomendasi yang diterbitkan Inspektorat hingga acara pelantikan. Dimana, dari tujuh Kades terpilih yang ‘terancam’ ditunda pelantikanya, 3 diantarnya sudah mengantongi dokumen tersebut (Rekomendasi) dan telah dilantik bersama 60 Kades lainnya.

Ketiga Kades tersebut adalah, Herson Pasole, Kades Nuse, di Kecamatan Ndao Nuse, Desri Hengkimus Suki, Kades Mukekuku dan Sugiarto F. A. Azhari, Kades Papela di Kecamatan Rote Timur.

Sedangkan 4 Kades yang belum mendapatkan rekomendasi adalah, Julius Elimanafe, Kades terpilih Tolama, Kecamatan Loaholu, Jeki Darius Seni, Kades terpilih Tesabela, Kecamatan Pantai Baru, dan dua Kades di Kecamatan Rote Barat Daya, yakni, Dance M. Nggebu, Kades terpilih Lentera dan Yapi Gabriel Tandu, Kades terpilih Meoain.

“Sebenarnya sudah bisa dilantik, tetapi hingga waktu pelantikan, belum ada surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Inspektorat. Sehingga keempat Kadesn masih tertunda untuk dilantik,” kata Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames M. K. Therik, melalui Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Dolorosa M. Bria, saat dikonfirmasi TIMEX, di ruang kerjanya, Senin (8/3). Dolorosa mengaku, informasi yang diberikan sebelumnya merupakan kekeliruanya.

“Maaf, kemarin saya hanya berpatok pada jumlah di Kecamatan Rote Barat Daya, yang tertunda memang dua Kades. Padahal, sebenarnya secara keseluruhan ada empat desa yang masih tertunda pelantikanya hingga saat ini,” kata Dolorosa.

Menurutnya, tertundanya pelantikan terhadap beberapa Kades tersebut disebabkan oleh pengaduan terkait pengelolaan keuangan desa, yang sebelumnya dikelola Kades terpilih. Hingga kini masih terus dilakukan audit oleh Inspektorat terhadap aduan yang diterima.

Bahkan, kata Dolorosa, penundaan pelantikan tersebut telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 42 tahun 2020, tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa. Ini yang kemudian dijadikan dasar untuk melakukan penundaan tersebut. “Ia masih ditunda, karena selain ada alasan pemeriksaan oleh tim Inspektorat, juga ada regulasinya. Sehingga kita harus taat sambil menanti proses,” kata Dolorosa.

BACA JUGA: Lantik Puluhan Kades, Bupati Rote Ndao: Bangun Desa Jadi Lebih Baik

BACA JUGA: 67 Kades Terpilih Siap Lantik, 7 Diantaranya Tunggu Rekomendasi Inspektorat

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun TIMEX, Senin (8/3) menyebutkan, dari keempat desa yang belum dilantik Kades definitifnya, dua diantaranya, sudah hampir rampung hasil auditnya.

Untuk Desa Tolama, persoalanya hanya pada aset desa, yang saat ini sudah diserahkan, dan masih tersisa barang-barang lainnya, seperti topi Ti’i Langga dan juga kain selimut, yang diduga belum didata dengan baik. Dalam waktu dekat sudah bisa dikeluarkan rekomendasi terhadap hasil pemeriksaan tim audit.

Sementara untuk Desa Tesabela, masih terus dilakukan penghitungan kembali terhadap nilai pekerjaan yang dilakukan. Dan diketahui, saat ini tim audit sementara berada di lokasi tersebut, untuk merampungkan data yang dibutuhkan.

Kades terpilih Lentera, Dance M. Nggebu, yang dikonfirmasi TIMEX, mengaku belum ada pemberitahuan yang disampaikan kepadanya. Dance mengaku tidak mengetahui apa penyebab terjadinya penundaan pelantikan.

“Sampai saat ini, tidak ada pemberitahuan apa-apa, sehingga alasan penundaan pelantikan juga tidak diketahui,” kata Dance saat dikonfirmasi pertelepon oleh TIMEX, Senin (8/3).

Menurutnya, untuk menjaga tidak terjadinya salah tafsir dari pihak lain, dirinya memilih untuk tidak berkomentar. Bahkan, ditanya terkait keterlibatannya dalam pengelolaan keuangan desa sebelum terpilih, Dance, malah memilih diam. “Minta maaf, saya belum bisa berkomentar apa-apa. Saat ini biar demikian, agar tidak menimbulkan salah tafsir dari pihak lain,” katanya.

Sementara itu, tiga Kades terpilih lainnya, yang juga tertunda pelantikannya, telah dihubungi pertelepon oleh media ini. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil, karena selain tidak merespon panggilan. Satu diantaranya, mengaku sebagai adik dari Kades terpilih.

“Beliau ada keluar. Sebentar kembali baru dikasi tahu untuk menghubungi, ini saya adiknya,” kata suara yang mengaku sebagi adik Kades terpilih Tolama, Julius Elimanafe, dari balik telepon. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top