Kejari TTU Geledah RSUD Kefamenanu, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejari TTU Geledah RSUD Kefamenanu, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes


GELEDAH RSUD. Tim penyidik Kejari TTU dipimpin Kajari Robert Jimy Lambila saat menggeledah ruang Bendahara Pengeluaran RSUD Kefamenanu, Rabu (10/3) petang. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kejari TTU Geledah RSUD Kefamenanu, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes


Pengadaan Tahun 2015, Diduga Ada yang Fiktif dan Kurang Spek

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) di bawah kepemimpinan Kajari Roberth Jimy Lambila mendadak mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Rabu (10/3) sore.

Kedatangan para penyidik dengan memakai rompi khusus pemberantasan korupsi yang dipimpin langsung Kajari Roberth Jimy Lambila, bersama Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Foeh, Kasi Barang Bukti, Rezza Faundra Afandi, Kasi Pidum, Santi Efraim dan jaksa lainnya itu dalam rangka pengungkapan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD itu.

Pantauan langsung Timor Express, Rabu (10/3), begitu tiba di RSUD Kefamenanu, tim penyidik Kejari TTU langsung masuk ke ruangan bendahara pengeluaran untuk mencari dokumen terkait proyek pengadaan Alkes di RSUD itu tahun 2015. Para penyidik nampak menggeledah sejumlah ruangan di RSUD Kefamenanu.

Dari proses penggeledahan itu, tim penyidik Kejari berhasil mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengadaan Alkes tahun 2015.

Kajari TTU, Roberth Jimy Lambila kepada Timor Express, Rabu (10/3) mengatakan, dirinya bersama tim penyidik Kejari TTU mendatangi RSUD Kefamenanu untuk melakukan penggeledahan.

Hal tersebut dilakukan untuk mencari tambahan dokumen terkait proyek pengadaan Alkes pada tahun 2015 yang diduga syarat korupsi. Kegiatan penggeledahan tersebut sudah mendapatkan izin resmi dari Wakil Ketua Pengadilan Tipikor Kupang.

“Penggeledahan ini untuk melengkapi bukti-bukti terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun 2015 lalu,” jelas Kajari Robert Lambila.

Terhadap kasus tersebut, lanjut Robert Lambila, hasil penyelidikan awal penyidik menyimpulkan bahwa pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu tahun 2015 lalu itu kurang spek dan ada juga yang fiktif.

Sementara untuk dugaan kerugian negara, lanjut Robert Lambila, dari kekurangan spek terhadap sejumlah alkes dan ketiadaan alkes tersebut diperkirakan merugikan negara ratusan juta rupiah. “Ada Alkes yang fiktif, ada yang kurang spek. Untuk kerugian negara saat ini diperkiraan Rp 500 juta lebih,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top