Pupuk Semangat Nasionalisme, Lanal Rote Gelar Festival Perahu Hias | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pupuk Semangat Nasionalisme, Lanal Rote Gelar Festival Perahu Hias


MANUVER. Perahu hias saat bermanuver mengelilingi Pulau Penyu, dalam penyelenggaraan festival perahu hias oleh Lanal pulau Rote, Selasa (9/3). (FOTO: Allan Tanamal for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pupuk Semangat Nasionalisme, Lanal Rote Gelar Festival Perahu Hias


Sekaligus Kampanye Menjaga Kelestarian Ekosistem Laut

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Pulau Rote, menggelar festival perahu hias, Selasa (9/3). Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Oeseli, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya itu, diselenggarakan dalam balutan budaya daerah. Tujuannya untuk memupuk semangat nasionalisme dari pesisir ujung selatan Indonesia.

Puluhan perahu yang diikutkan dalam festival tersebut, semuanya berhiaskan bendera merah putih. Dari yang berukuran kecil hingga besar. Perahu-perahu hias ini menghiasi laut yang menjadi bagian teritorial Indonesia.

Bendera-bendera tersebut, diketahui diberkan Lanal Pulau Rote sebagai penyelenggara dengan maksud menyemarakkan perahunya sebagai peserta festival.

Rutenya, perahu-perahu itu bermanuver mengelilingi Pulau Penyu secara beriringan. Dengan kecepatanya masing-masing, perahu-perahu itu terus melaju dan dipandu penyelenggara kegiatan, Satgas Pulau Terluar (Pamputer) wilayah Timur Pos Pulau Ndana, Angkatan Laut Pulau Rote.

Selain nelayan binaan, kegiatan tersebut melibatkan lapisan masyarakat lainnya, seperti tokoh adat yang kemudian membingkai semangat nasionalisme itu melalui bendera-bendera kecil yang dikibarkan dari genggaman tangan.

Semangat nasionalisme itu dibalut dalam budaya lokal, melalui busana kedaerahan yang dikenakan pelajar, yang juga disertakan dalam festival tersebut. Pakaian adat yang lengkap asesoriesnya, dipakai pelajar perempuan dan laki-laki, menambah semarak festival itu.

Sebelum dilepas oleh Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Pulau Rote, Letkol laut (P) Anis Latif, S.E., M.Tr.Hanla, M.M, seluruh peserta/nelayan menyampaikan sinergitasnya dengan TNI untuk menjaga keamanan di ujung selatan perbatasan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ungkapan tersebut mewakili kepedulianya untuk terus menjaga kedaulatan dari perbatasan, pulau terluar.

“Bersama TNI, kami menjaga keamanan di daerah kami, di ujung Selatan NKRI,” ucap para nelayan/peserta festival dengan tangan terkepal, sesaat sebelum dilepaskan dari Pantai Oeseli.

Danlanal Pulau Rote, Letkol laut (P) Anis Latif, menyampaikan apresiasi atas pernyataan bersama yang disampaikan para peserta.

Letkol Anis mengatakan, dalam rangka menjalankan tugas pengamanan pulau terluar, masyarakat perlu dilibatkan. Sinergitas, kata Danlanal Latif, merupakan hal yang perlu dibangun.

BACA JUGA: Semarakkan HUT Ke-75 TNI-AL, Lanal Pulau Rote Gelar Baksos

BACA JUGA: Hadiri HUT Jalasenastri, Danlanal Rote Pesan Hal Ini untuk Para Istri TNI-AL

Sebab, dari masyarakat pesisir, yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, dianggap sangat berperan dalam menjaga keamanan wilayahnya. Yang tidak bisa sepenuhnya dilakukan sendiri oleh TNI AL.

“Kami sangat mengapresiasi hal ini, dan ingin sinergitas ini terbangun dengan semua pihak. Termasuk masyarakat pesisir yang adalah nelayan, untuk sama-sama menjaga keamanan pulau terluar,” kata Letkol Anis Latif.

Selain itu, kegiatan yang digelar melalui Satgas Pamputer wilayah Timur Pos Pulau Ndana, Lanal Pulau Rote adalah keprihatinan terhadap ketiadaan bendera di perahu-perahu nelayan. Ada pula yang sudah memiliki, namun kondisi yang sudah tidak utuh atau lapuk karena termakan usia.

Dari kondisi itulah, kegiatan tersebut dikemas dengan mengusung tema ‘Cinta NKRI’ yang terus dijaga dari wilayah terselatan Indonesia ini.

“Berangkat dari keprihatinan kami setelah melihat tidak ada bendera yang terpasang di perahu nelayan. Ada juga yang terpasang, tetapi kondisinya sudah mulai rusak karena usia,” tambah Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur, Lettu Marinir Aghy Kauna, S.Than, saat dikonfirmasi Timor Express, Rabu (10/3).

Menurutnya, melalui festival tersebut, sekaligus mempromosikan potensi wisata Rote Ndao, yang hingga saat ini, selain budaya yang masih dipegang, Rote Ndao juga kaya terhadap potensi wisata bahari.

Sehingga, lanjut Aghy, pihaknya memanfaatkan festival ini untuk kampanye menjaga kelestarian ekosistem laut. Kampanye itu diwujudkan melalui kaos-kaos yang dibagikan atau melalui seruan Lanal Rote agar kegiatan penangkapan ikan dilakukan tidak dengan cara-cara ilegal, seperti menggunakan bahan peladak.

Sedangkan terhadap semangat nasionalisme, Aghy Kauna, mengatakan, merupakan tanggung jawab semua pihak yang cinta NKRI, dimana dalam menjaga keutuhanya, perlu dilakukan secara bahu-membahu atau bersinergi.

“Menangkap ikan dengan cara ilegal sangat merugikan dan membahayakan, dan sangat tidak diharapkan. Untuk itu, biarlah kita semua, termasuk pemerintah terus bersinergi untuk menjaganya,” pinta Aghy Kauna.

Aghy menambahkan, seluruh rangkaian festival tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top