Seleksi PPPK Dimulai Agustus, Guru Honorer Sekolah Negeri Pertama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Seleksi PPPK Dimulai Agustus, Guru Honorer Sekolah Negeri Pertama


RAKER. Mendikbud Nadiem Makarim dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI, di Senayan, Rabu (10/3). (FOTO: Istimewa/JPC)

PENDIDIKAN

Seleksi PPPK Dimulai Agustus, Guru Honorer Sekolah Negeri Pertama


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan, seleksi guru untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dimulai pada Agustus 2021. Adapun, formasi yang tersedia adalah 513.393 formasi.

Ia menuturkan, akan ada tiga tahap pelaksanaan tes seleksi, pertama di Agustus, lalu Oktober, dan terakhir di Desember mendatang. ’’Nanti ujian seleksinya adalah Agustus 2021, akan ada 3 ujian seleksi. Ada 3 nanti, satu di bulan Agustus, Oktober, dan Desember,’’ ujar dia dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI, di Senayan, Rabu (10/3).

Menurut Nadiem, yang akan mendapatkan jatah pertama untuk seleksi adalah guru honorer di sekolah negeri. Sebab, PPPK sendiri merupakan skema yang diperuntukkan untuk mengisi kebutuhan guru di sekolah negeri.

BACA JUGA: Pemerintah segera Buka Rekrutmen CPNS dan PPPK 2021, Ini Jadwalnya

’’Ujian seleksi pertama di bulan Agustus, untuk pertama itu untuk honorer di dalam sekolah negeri masing-masing. Kenapa yang sekolah negeri, karena mereka sudah lokasinya disitu, jadi diberikan ronde pertama di Agustus, lalu sisanya dapat bergabung di ronde berikutnya,’’ jelas dia.

Selain itu, Nadiem juga memebeberkan alasan kenapa pihaknya dapat mengadakan rekrutmen untuk 1 juta guru PPPK. Kata dia bukan hanya soal kebutuhan saja. Namun juga karena untuk mengetahui kompetensi para guru demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

’’Alasannya kenapa kami berhasil memperjuangkan angka itu adalah dengan kondisi adanya tes seleksi. Padahal sebelumnya formasi kapasitas kita nggak pernah sebesar itu. Itu karena ada tes minimum kompetensi yang dilakukan, itu kondisi kenapa kita berhasil mendapatkan kapasitas 1 juta guru,’’ pungkasnya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top