Rutin Pantau Lingkungan Pembangkit Listrik EBT Flores | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rutin Pantau Lingkungan Pembangkit Listrik EBT Flores


PANTAU LINGKUNGAN. Karyawan PT Sucofindo (Persero) mamantau langsung aktivitas masyarakat terkait pemanfaatan EBT di tiga pembangkit di Flores. (IST)

Advetorial

Rutin Pantau Lingkungan Pembangkit Listrik EBT Flores


PLN Gandeng PT Sucofindo (Persero)

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- Transformasi ramah lingkungan terus dilakukan PT PLN (Persero). Khususnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam penyediaan energi listrik.

Melalui salah satu aspirasi utamanya yakni green (hijau), maka PLN memiliki beberapa strategi untuk mendorong penggunaan EBT. Karena itu maka PLN bekerja sama dengan laboratorium terakreditasi PT Sucofindo (Persero) melakukan kegiatan rutin yakni pemantauan lingkungan di 3 unit pembangkit EBT di Pulau Flores. Masing-masing, PLTP Ulumbu, PLTP Mataloko dan PLTMH Ndungga pada 24 Februari-5 Maret lalu.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores, Lambok Renaldo Siregar mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan ini yaitu untuk melihat kesesuaian (compliance) kinerja pengelolaan lingkungan yang sudah dilaksanakan sesuai dokumen lingkungan dan peraturan yang berlaku.

Dijelaskan Lambok Siregar, kegiatan yang dilakukan saat pemantauan yakni pengukuran udara ambien, emisi, kebisingan, sampling mikro organisme air permukaan, kualitas air permukaan (sungai) dan sebagainya. Jadi, jelas Lambok, pemantauan lingkungan ini dilakukan sesuai surat rekomendasi dari BLHD Kabupaten Ngada Nomor 660/BPDLD/61/10/2004 dan Surat Keputusan Bupati Ende Nomor 473/KEP/2015  serta Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dikatakan juga, semua dilakukan PLN itu bertujuan agar upaya penyediaan energi listrik tidak menggangu aktivitas masyarakat. Selain itu, kebutuhan listrik bagi masyarakat selalu terpenuhi.

“Ketiga Pembangkit EBT inimemiliki daya mampu total 9.900 kW (68 persen) dari total EBT di sistem Flores 17.565 kW dan menambah daya mampu sistem Flores menjadi 131.130 serta mendukung cadangan daya mampu sistem Flores 32.577 kW. Kami melakukan pemantauan terhadap masyarakat sekitar area kerja dengan cara wawancara yang tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 yaitu kepala desa setempat dan beberapa masyarakat sekitar seputar aspek sosial, ekonomi dan kebudayaan terkait kehadiran pembangkit listrik EBT di wilayahnya,” tandas Lambok Siregar.

Sememtara Kepala Desa Tiwu Tewa, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Petrus Pape mengaku bangga dan berterima kasih atas kehadiran PLTMH Ndungga di wilayahnya. “Kehadiran infrastruktur listrik di wilayah Desa Tiwu Tewa ini juga turut mempengaruhi kemajuan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat di Pulau Flores. Kami merasa aman dan terbantu dengan adanya PLTMH Ndungga dan jaringan listrik di desa kami,” kata Petrus Pape. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top