THL Wajib Ikut Pelatihan, Kadis Nakertrans: 15 Orang Minat Usaha Las | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

THL Wajib Ikut Pelatihan, Kadis Nakertrans: 15 Orang Minat Usaha Las


Wakil Bupati Matim, Stef Jaghur, mengalungkan tanda pengenal kepada peserta pelatihan bidang usaha las di BLK Seminari Kisol, Selasa (9/3). (FOTO: Dinas Nakertrans Matim for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

THL Wajib Ikut Pelatihan, Kadis Nakertrans: 15 Orang Minat Usaha Las


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), yang dirumahkan wajib mengikuti pelatihan bidang usaha. Hal ini merupakan prasyarat bagi setiap THL mendapat modal usaha sebesar Rp 15 juta.

Sebagaimana diketahui, total seluruh pegawai THL yang telah dirumahkan oleh Pemkab Matim sebanyak 333 orang. Dengan demikian, alokasi dana bantuan untuk modal usaha bagi mereka mencapai Rp 4,995 miliar. Ini tidak termasuk anggaran untuk biaya pelatihan bidang usaha di Dinas Nakertrans dan BPJS di Dinas Sosial.

“Salah satu syarat yang dipenuhi untuk bisa terima bantuan usaha modal bagi THL yang dirumahkan itu, harus ikut pelatihan bidang usaha. Nanti dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan,” kata Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan, Koperasi, dan UKM Matim, Frans Malas, di Lehong, Rabu (10/3).

Persyaratan yang ada dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Matim tentang Bantuan Sosial (Bansos) sebagai modal usaha bagi THL yang tidak diperpanjang masa kerjanya di Matim tahun 2021. Dimana dalam Perbup itu, selain syarat wajib memiliki sertifikat atau surat keterangan pelatihan bidang usaha, juga perlu memenuhi empat persyaratan lainnya.

Keempat syarat lainnya yaitu, memiliki e-KTP, membuat usulan atau proposal terkait jenis bidang usaha yang diminati, memiliki surat keterangan dari OPD tempat kerja sebagai pegawai THL sebelumnya, dan memiliki buku rekening Bank NTT. “Jika salah satu dari lima persyaratan yang ada tidak dipenuhi, maka modal usahaya tidak bisa dicairkan,” tegasnya.

Terkait proposal atau usulan, menurut Frans, sudah ada formatnya, tinggal diikuti saja. Kalau pencairan bantuan modal usaha, itu ada dalam DPA Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Matim. “Kita bisa cairkan kalau sudah penuhi semua persyaratan. Untuk kegiatan pelatihan, pelaksananya di Dinas Nakertrans,” kata Frans.

Frans berharap agar seluruh THL yang telah dirumahkan itu melengkapi seluruh persyaratan agar bisa memperoleh modal usaha. “Kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, kami langsung melakukan proses pencairan modal usaha melalui rekening dan tanpa dipotong,” jelasnya. Sementara terkait bantuan BPJS, lanjut Frans, prosesnya di Dinas Sosial.

Kadis Nakertrans Matim, Alfridus Jahang, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/3) mengatakan, dari 333 THL yang dirumahkan, sebanyak 15 orang berminat di bidang usaha las. Tentu pihaknya, bekerja sama dengan perkumpulan BLK Komunitas Seminari Kisol, memberikan pelatihan teknis las bagi 15 orang tersebut.

“Ada 15 peserta berminat di usaha las. Sekrang sedang berlangsung pelatihan di BLK Seminari Kisol. Kegiatanya, dibuka oleh Wakil Bupati, Stef Jaghur, Selasa (9/3). Mereka akan dilatih selama 240 jam. Pelatihan las ini, sebagai termin pertama dari berapa bidang usaha yang diminati,” kata Alfridus.

Lanjut dia, kegiatan pembukaan pelatihan itu, tidak hanya untuk bidang usaha las. Namun juga untuk bidang usaha lain yang diminati. Mengingat situasi pendemi Covid-19, yang hadir dari bidang usaha lain dalam acara pembukaan, hanya perwakilan saja. Selanjutnya, untuk kegiatan pelatihan bidang usaha lain, tidak ada lagi acara pembukaan.

“Satu kali saja acara pembukaan. Sehingga untuk termin berikut, tidak ada lagi acara pembukaan. Kegiatan pelatihan ini kita buat per termin. Sehingga akan nyusul pelatihan lain. Tidak juga tunggu selesai pelatihan las. Target kita 5 termin,” urai Alfridus yang saat itu didampingi Kabidnya, Mikael Hamid Dohu.

Menurut Alfridus, sesuai data yang ia terima, selain bidang usaha las, ada lima kelompok bidang usaha lain yang diminati para THL. Antara lain bidang usaha pertanian, perikanan, peternakan, tata rias, dan pangkas rambut, serta manajemen usaha perdagangan.

Khusus peserta pelatihan teknik las, lanjutnya, setelah selesai pelatihan akan diberi sertifikat. Sementara bidang usaha lain, akan mendapat surat kerterangan. Kegiatan pelatihan yang dilakukan itu tentu memiliki dasar hukum, yakni Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 11 tahun 2013, tentang pedoman penyelenggaraan sitem pelatihan kerja nasional di daerah.

“Semua pelatihan jenis usaha dari para THL yang dirumahkan ini, akan dilaksanakan di BLK Seminari Kisol. Tentu karena lembaganya punya legalitas hukum yang sah. Artinya BLK ini yang punya kewenangan untuk selenggarakan pelatihan,” katanya.

Alfridus menambahkan, sebelum kegiatan pelatihan, semua peserta (THL) yang dirumahkan itu, diberi sosialiasi terkait kegiatan pelatihan. Pihaknya juga aktif menghubungi lewat telepon genggam kepada THL yang dirumahkan, untuk kegiatan pelatihan. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top