Kapolsek Aimere Jelaskan Kronologi 2 Pemuda Perkosa Gadis Difabel | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kapolsek Aimere Jelaskan Kronologi 2 Pemuda Perkosa Gadis Difabel


BERDIRI SATU KAKI. Pelaku pemerkosa gadis difabel dihukum berdiri satu kaki saat diamankan di Desa Warupele 1, Kacamatn Inerie, Kabupaten Ngada, Kamis (11/3). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Kapolsek Aimere Jelaskan Kronologi 2 Pemuda Perkosa Gadis Difabel


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Seorang gadis penyandang disabilitas yang masih berusia 20 tahun berinisial MEW menjadi korban kekerasan seksual dua pemuda saat menghadiri acara syukuran pelepasan perahu di tempat wisata Lekoena l, Desa Warupele 1, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Rabu (10/3) malam.

Kapolsek Aimere, Ipda Elias Ballo, SH menuturkan, kejadian itu bermula ketika korban bersama masyarakat yang ada di sekitar lokasi, menghadiri acara syukuran pelepasan perahu baru di Pantai Wisata Lekoena.

Saat itu, lanjut Elias, karena merasa ingin membuang air kecil, korban lalu berpamitan dengan seorang saksi berinisial YP. Mempertimbangan kondisi MEW, YP pun meminta seseorang yang bernama GRL untuk mengantar korban ke toilet umum yang ada di dekat lokasi kejadian.

Rupanya GRL tak menyangka bahwa MEW telah disekap oleh dua pemuda bejat ini, yakni PT, 22, dan YDK, 20. Karena menunggu terlalu lama, GRL lalu kembali.

“Terus mereka bawa ke belakang WC umum. Disitu mereka lakukan pemerkosaan secara bergantian,” beber Ipda Elias.

BACA JUGA: Dua Pemuda di Ngada Tega Perkosa Gadis Difabel

Ipda Elias mengatakan, setelah lama menunggu, GRL yang mengantar MEW ini kembali ke tempat kegiatan dan melapor kepada YP karena korban tidak berada di toilet itu.

“Terus mereka mencari korban. Disana mereka menemukan korban di belakang WC, terus korban cerita bahwa dia diperkosa oleh dua orang,” kata Elias mengutip penjelasan korban.

Sementara itu, pantuan TIMEXKUPANG.com di media sosial facebook ribuan pengguna media mengutuk keras tindakan tak terpuji pelaku yang memerkosa gadis difabel tersebut.

Robert Mosalaki Kopa melalui akun facebooknya mengecam keras terhadap pelaku atas tindakan bejatnya.

“Jejak kebiadanan kedua pria tersebut telah menodai gadis yang mempunyai cacat mental tersebut, adalah hal yang sangat tidak terpuji. Dimana kampung yang sebenarnya menjadi rumah bagi setiap insani, ternodai dengan perbuatan bejat kedua pria tersebut. Bagaimanapun hukum pidana menanti pelaku, dan menjadi pelajaran kedepannya tentang moral yang rusak akibat sebuah pergaulan yang sesat,” tulis Robert dalam akunnya. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top