Stafsus Gubernur dan GARAMIN NTT Organisir Difabel Akses Layanan Pool Test | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Stafsus Gubernur dan GARAMIN NTT Organisir Difabel Akses Layanan Pool Test


AKSES POOL TEST. Garamin NTT, Stafsus Gubernur, Dina Noach (keempat kanan) dan para difabel foto bersama pengelola laboratorium usai melaksanakan pool test di Lab Biokesmas NTT, Jl. Jend Soeharto, Naikoten I, Jumat (12/3). (FOTO: GARAMIN NTT for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Stafsus Gubernur dan GARAMIN NTT Organisir Difabel Akses Layanan Pool Test


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Staf Khusus (Stafsus) Gubernur NTT untuk Penyandang Disabilitas, Dina Noach bersama perkumpulan Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (GARAMIN) NTT mengorganisir para penyandang disabilitas atau kaum difabel untuk dapat mengakses layanan gratis pool test swab PCR di Laboratorium Biokesmas NTT, Jumat (12/3).

Berty Soli Dima Malingara dari GARAMIN NTT kepada media ini kemarin (12/3) menjelaskan, pihaknya mengorganisir teman-teman difabel untuk melakukan pemeriksaan secara massal ke Lab Biokesmas karena ada salah satu anggota GARAMIN yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Karena itu, GARAMIN NTT bersama Staf Khusus Gubernur NTT, Ibu Dina Noach memfasilitasi teman-teman difabel di Kupang untuk diperiksa di Lab Biokesmas,” jelas Berty.

Menurut Berty, tes massal ini perlu dilakukan teman-teman difabel yang merupakan bagian dari anggota GARAMIN ini karena ada beberapa yang tinggal dengan anggota keluarga, dan memilih isolasi mandiri di rumah.

“GARAMIN awalnya berdiskusi internal dan mengambil keputusan untuk perlu melakukan pool test. Namun, Dina Noach, Staf Khusus Gubernur menyarankan kepada GARAMIN untuk mengajak organisasi difabel lainnya,” kata Berty.

Atas usulan ini, lanjut Berty, Elmi Ismau dari GARAMIN NTT langsung menindaklanjuti dengan mengontak ketua-ketua organisasi difabel yang ada di Kota Kupang.

BACA JUGA: Ini 9 Rekomendasi Diskusi “Dimanakah Penyandang Disabilitas Berada saat Covid-19 Melanda NTT?”

Persoalan muncul ketika pengurus organisasi difabel ini dikontak GARAMIN NTT. Mayoritas tidak mau mengikuti tes atau pemeriksaan. “Banyak dari teman-teman difabel yang takut untuk tes. Namun setelah kami jelaskan secara baik, akhirnya teman-teman ini mau pergi memeriksakan diri mereka di Lab Biokesmas,” ujar Berty.

Kemudia, kata Berty, GARAMIN NTT lalu bersurat ke Dinkes Provinsi NTT dan Kota Kupang dan mendapat respon yang sangat cepat. Bersama relawan GARAMIN, seperti Yayasan Transfigurasi Tabor Mulia (YTTM) dan Persatuan Tuna Netra Kristiani Indonesia (PETKI) NTT, terdaftar 15 kaum difabel yang mengikuti pool test di Lab Biokesmas yang digagas oleh Forum Academia NTT (FAN) ini.

Berty menguraikan, tujuan GARAMIN mengajak organisasi difabel di Kota Kupang untuk melakukan pemeriksaan bagi para anggotanya adalah untuk membantu pelacakan titik kontak orang yang terkena Covid-19, serta mengantisipasi kemungkinan terkonfirmasi positif agar bisa merawat dan mendapat pengobatan.

“Tujuan lain adalah sebagai bukti cinta terhadap keluarga dan orang-orang yang disayangi agar tidak tertular dari kami, seandainya kami ini OTG,” tandas Berty.

Berty menambahkan, selain melakukan pool test bagi difabel, sore kemarin (12/3), pada pukul 17.00 -19.00 Wita, GARAMINN NTT berkerjasama dengan Lab Biokesmas, Forum Academia NTT, dan SIGAB membuka ruang dialog bertema “Difabel dan Akses Tes Covid-19 di NTT”. Dialog ini dilakukan secara virtual.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi yang benar bagi difabel, menghilangkan ketakutan para difabel tentang tes Covid-19. Selain itu, ini akan menjadi kegiatan solidaritas difabel mendukung difabel lain sekaligus berkontribusi di bidang kesehatan dalam upaya menghambat penyebaran Covid-19 di NTT,” pungkas Berty. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top