Temukan Bukti Kuat Saat Geledah RSUD, Kejari TTU segera Tetapkan Tersangka Proyek Pengadaan Alkes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Temukan Bukti Kuat Saat Geledah RSUD, Kejari TTU segera Tetapkan Tersangka Proyek Pengadaan Alkes


Kajari TTU, Robert Jimmy Lambila. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Temukan Bukti Kuat Saat Geledah RSUD, Kejari TTU segera Tetapkan Tersangka Proyek Pengadaan Alkes


Mantan Direktur RSUD Kefamenanu Tak Penuhi Panggilan Pertama

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU), Roberth Jimy Lambila memastikan segera menetapkan status tersangka terhadap para pihak yang diduga terlibat dalam proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun anggaran 2015 di RSUD Kefamenanu. Kepastian ini setelah penyidik Kejari TTU menggeledah RSUD Kefamenanu beberapa hari lalu guna mencari tambahan bukti.

Robert menjelaskan, dalam pelaksanaan proyek tersebut, sejumlah item alat kesehatan yang diadakan tidak sesuai spesifikasi. Bahkan, ada barang yang sama sekali tidak dilaksanakan. Mirisnya lagi, item-item alat kesehatan yang tidak sesuai spesifikasi hingga saat ini dibiarkan mubazir, sehingga dugaan kerugian keuangan negara dari penyidik saat ini sebesar Rp 500 juta lebih.

“Pengadaan alat kesehatan itu berkaitan dengan keselamatan banyak orang. Ada alat kesehatan yang tidak sesuai spesifikasi itu tidak dimanfaatkan sampai sekarang, seperti kantong darah dan beberapa alat keseharian,” ungkap Kajari Roberth kepada sejumlah awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/3).

Roberth menegaskan, dari hasil penggeledahan di RSUD Kefamenanu, tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk menindaklanjuti kasus tersebut hingga persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.

BACA JUGA: Kejari TTU Geledah RSUD Kefamenanu, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes

Roberth menyebutkan, sejak proses pengadaan barang, tidak pernah diperiksa. Bahkan tim teknis tidak pernah datang melakukan pemeriksaan sehingga barang tersebut jadi mubazir dan tidak bermanfaat.

Sementara, dari hasil pemeriksaan tim penyidik Kejari TTU, beberapa item barang sudah dalam kondisi rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Atas temuan tersebut, tegas Roberth, pihaknya berkomitmen untuk terus mengusut tuntas kasus ini dan bertekad menyelesaikan perkara tersebut sampai persidangan. Untuk tingkat penyidikan, pihaknya telah memeriksa 11 orang dari dinas, PPK, panitia penerima hasil pekerjaan, bendahara, dan panitia pelelangan.

Sementara mantan Direktur RSUD Kefamenanu sudah dilayangkan panggilan yang kedua karena tidak hadir pada panggilan pertama. “Kita sudah kantongi bukti yang akurat sehingga dalam waktu dekat ini akan segera menetapkan tersangka,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top