Resmikan Dermaga II Bolok, Gubernur VBL: ASDP Tulang Punggung Transportasi NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Resmikan Dermaga II Bolok, Gubernur VBL: ASDP Tulang Punggung Transportasi NTT


RESMIKAN: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Sekjen Ditjen Perhubungan Darat, Marta Hardisarwono, dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi menekan tombol sirene pengresmian Dermaga Bolok II dan KMP Jatra 1 di Pelabuhan ASDP Bolok, Rabu (10/3) siang. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Resmikan Dermaga II Bolok, Gubernur VBL: ASDP Tulang Punggung Transportasi NTT


KUPANG TIMEXKUPANG.com-Dermaga II ASDP Bolok dan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Jatra 1 sejak Rabu (10/3) resmi beroperasi. Penggunaan jasa kedua fasilitas umum ini menyusul peresmian oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Sekjen Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Marta Hardisarwono.

Acara peresmian kedua fasilitas umum tersebut didahului dengan peresmian KMP Jatra 1 oleh Sekjen Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Marta Hardisarwono disusul pengresmian Dermaga II Bolok oleh Gubernur VBL. Hadir pada kesempatan itu Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi dan sejumlah pejabat instansi pemerintah terkait lainnya.

KMP Jatra 1 yang diresmikan pengoperasiannya sejak Rabu (10/3) itu berbobot 3.871 Gross Tonnage (GT). Kapal ini merupakan relokasi dari lintas Merak-Bakauheni, dan sudah berumur 41 tahun setelah pengadaan tahun 1980 lalu. Selama ini, KMP Jatra 1 beroperasi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.

Kapal ini memiliki panjang 88,7 meter, lebar 15,6 meter dengan tinggi cardeck 4 meter, serta mampu mengangkut 770 penumpang, 100 unit sepeda motor, dan 84 unit kendaraan roda empat.

Dengan tambahan kapal tersebut, saat ini ASDP NTT memiliki 10 kapal penyeberangan yang melayani 24 lintasan komersial dan 16 lintasan perintis. Kapal ini akan melayani tiga rute reguler yakni Kupang-Rote, Kupang-Larantuka, dan Kupang-Kalabahi.

Selain KMP Jatra 1, ASDP Cabang Kupang juga mendapat tambahan KMP Namparnos yang akan melayani lintasan Kupang-Semau yang sebelumnya beroperasi 3 kali seminggu, kini melayani Kupang-Semau tiap hari.

Sementara Dermaga II Bolok yang diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur VBL merupakan proyek revitalisasi Dermaga I dan II Bolok senilai Rp 36 miliar. Dermaga tersebut merupakan jenis moveable bridge dengan tipe Dolphin.

Dermaga I berkapasitas 30 ton memiliki panjang 60 meter dan lebar 12 meter, yang mampu disandari kapal ukuran maksimal 1.000 GRT, sedangkan dermaga II berkapasitas 40 ton memiliki panjang 80 meter dan lebar 16 meter. Dermaga ini mampu disandari kapal berukuran 5.000 GRT.

Kehadiran Dermaga II Bolok untuk merespon target Pemprov NTT agar Pelabuhan Bolok dapat disandari kapal berukuran besar. Selain itu merupakan salah satu alternatif untuk menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi tatkala musim hujan tiba. Tidak hanya itu kehadiran Dermaga Bolok II juga untuk meningkatkan kapasitas muatan kapal lebih besar, baik penumpang dan kendaraan serta logistik, yang diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat NTT.

Revitalisasi Dermaga I dan II Pelabuhan Bolok ini telah rampung tepat waktu sekitar 11 bulan. Meskipun sempat terkendala PSBB ketat pada awal tahun lalu, dan cuaca buruk pada periode Oktober 2020, proyek ini dapat selesai sesuai target yang diharapkan.

Gubernur VBL dihadapan sejumlah pejabat intansi pemerintah pusat terkait menyampaikan apresiasinya atas rampungnya revitalisasi Dermaga II Pelabuhan Bolok, Kupang.

Gubernur VBL menegaskan sebagai provinsi kepulauan, NTT membutuhkan sarana transportasi penyeberangan yang memadai guna menunjang aksesibilitas masyarakatnya.

“Sebagai provinsi kepulauan, tidak ada yang lain, kapal harus kuat. Karena itu ASDP menjadi tulang punggung transportasi di NTT. Oleh karena itu kehadiran Dermaga Bolok II dan KMP Jatra 1 ini menjadi langkah pertama dan penting bagi pemerintah dan masyarakat NTT, namun belum saya katakan hebat. Kita harus berpikir dan siapkan dari sekarang untuk masa depan yang lebih baik,” kata VBL.

Walau demikian, penambahan satu unit armada penyeberangan laut yang diresmikan itu menurut Gubernur VBL belum mampu memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat NTT. “Di Kupang, untuk idealnya dibutuhkan 20 unit kapal ferry dan dermaga yang mampu disandari kapal besar,” tutur VBL.

VBL memprediksi, sektor pariwisata di NTT akan mengalami lompatan besar di tahun 2023 mendatang. Karena itu untuk mendukung mimpi besar dimaksud perlu dilakukan perkuatan dan peningkatan infrastruktur transportasi.
“NTT butuh sarana dan prasarana transportasi laut yang andal untuk menjemput mimpi besar di tahun 2023 mendatang,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi menilai proyek Dermaga II Pelabuhan Bolok yang diresmikan merupakan salah satu wujud komitmen ASDP untuk memperkuat konektivitas penyeberangan nasional, khususnya di NTT yang menjadi transportasi andalan masyarakat.

“Kami mensyukuri kehadiran dan layanan ASDP di sini yang sangat dinantikan oleh masyarakat. NTT yang dikelilingi pulau-pulau, tentu membutuhkan moda ferry yang andal. Kami harap dengan direvitalisasinya dermaga 1 dan 2  ini, kapasitas layanan penyeberangan dari dan ke Kupang akan terus meningkat dan semakin terlayani dengan baik,” harap Ira. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top