Tangkal Virus Babi, Pemkab Sikka Uji Coba Penyuntikan Suplemen B8 dan B10 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tangkal Virus Babi, Pemkab Sikka Uji Coba Penyuntikan Suplemen B8 dan B10


UJI COBA. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (kanan) menyaksikan uji coba penyuntikan vaksin suplemen B8 dan B10 pada ternak babi milik warga di Desa Manubura, Kecamatan Nelle, Sabtu (13/3). Suplemen ini merupakan vaksin pencegah virus babi atau ASF. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tangkal Virus Babi, Pemkab Sikka Uji Coba Penyuntikan Suplemen B8 dan B10


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo berupaya mencari solusi menekan angka kematian babi akibat virus Africa Swine Fever (ASF) di wilayah itu. Solusi yang dilakukan saat ini adalah uji coba penyuntikkan suplemen B8 dan B10 ke ternak babi. Suntikan suplemen ini diberikan ke babi yang sehat maupun yang sakit. Penyuntikan suplemen ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Inodnesia.

Hal ini disampaikan Bupati Fransiskus Roberto Diogo, saat meninjau langsung proses penyuntikan suplemen itu di Desa Manubura, Kecamatan Nelle, Sabtu (13/3).

Suntikan suplemen B8 itu, kata Bupati yang akrab disapa Robi ini dimaksudkan sebagai disfektan terhadap babi sebelum dilakukan suntikan B10 yang bertujuan sebagai penangkal virus ASF. Penyuntikan penangkal ASF itu dilakukan di Dusun Keduwair, Desa Manubura, Kecamatan Nelle.

“Kita melakukan uji coba menangkal virus ASF terhadap terhadap babi yang saat ini telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat Kabupaten Sikka. Langkah ini diharapkan dapat menyelamatkan babi-babi di Sikka,” kata Bupati Robi.

Babi yang diberi suntikan suplemen B8 dan B10, lanjut Robi, akan terlihat perubahannya selama 3 hari hingga 1 minggu usai diberi vaksin suplemen organik. Jika hasilnya memuaskan maka dipastikan semua babi peliharaan akan diberikan suntikan vaksin B8 dan B10.

“Kita lihat perkembangan selama tiga hari hingga satu minggu, setelah pemberian vaksin ini, jika ada perubahan dan babi sehat, maka semua babi di Kabupaten Sikka akan diberikan vaksin berupa suplemen,” ungkap Robi.

Suplemen untuk ternak babi ini, sebut Bupati Robi, ditemukan oleh Prof. Sukardi, dan merupakan temuan pertama untuk mengatasi virus ASF.

Kedepannya, tambah Bupati Robi, pemerintah akan menyiapkan air, pupuk, dan pestisida oprganik untuk pengembangan peternakan babi bekerja sama dengan Solo Technopart Tim pimpinan Prof. Sukaryo. Kegiatan ini akan dimulai pada awal April mendatang.

Salah seorang tim pemberi vaksin suplemen B8 dan B10, Hermianus Fernandes kepada media ini menjelaskan, bahwa perkembangan babi yang disuntik B8 dan B10 ini akan terlihat dalam waktu tiga hari hingga satu minggu. Fernandes bahkan mengakui usai disuntik babi akan sehat, demikian halnya babi yang dalam kondisi sakit dipastikan akan sembuh.

“Kita akan buktikan setelah babi disuntik maka dalam waktu tiga hari sampai satu minggu akan mengalami perubahan. Demikian halnya babi yang dalam kondisi sakit, maka dalam waktu satu minggu akan sehat,” katanya.

Fernandes menambahakan, selain dalam bentuk suntikan, tim juga menyediakan pakan organik khusus untuk babi. Babi yang mengonsumsi pakan organik itu, jika dagingnya dikonsumsi manusia dipastikan tidak akan mengalami kolestrol.

“Kami juga menyediakan pakan organik untuk peternak babi. Bagi warga yang mengonsumsi daging babi yang diberi pakan oprganik dijamin tidak akan mengalami kolestrol,” tandas Fernandes. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top