Beda Vaksin Mandiri dengan Sinovac, Simak Penjelasan Bio Farma | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Beda Vaksin Mandiri dengan Sinovac, Simak Penjelasan Bio Farma


Vaksin Moderna merupakan salah satu jenis vaksin Covid-19 yang akan dipakai dalam program vaksin mandiri atau gotong royong yang dilakukan oleh KADIN Indonesia. (FOTO: JawaPos.com)

NASIONAL

Beda Vaksin Mandiri dengan Sinovac, Simak Penjelasan Bio Farma


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Program vaksinasi mandiri yang bernama vaksin gotong-royong diperuntukan untuk para karyawan dan keluarganya secara gratis yang dibayar oleh perusahaan. Hal tersebut dilakukan melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT Bio Farma (Persero).

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan, terdapat dua jenis vaksin Covid-19 untuk para karyawan perusahaan yang sejauh ini disiapkan kedatangannya dalam waktu dekat. Hal tersebut sesuai dengan Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, jenis vaksin dan tempat pelaksanaan vaksinasi gotong-royong tak sama dengan program pemerintah. Vaksin tersebut adalah vaksin Sinopharm dan vaksin Moderna.

“Sampai hari ini kami sudah melakukan proses komunikasi dan juga negosiasi dengan dua pengembang vaksin,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (15/3).

Honesti menjabarkan, seperti Sinovac, vaksin Sinopharm merupakan vaksin dengan platform inactivated dan butuh dua kali suntikan. Ia juga bisa disimpan dalam suhu 2 hingga 8 derajat Celcius. Pemberian dosis vaksin Sinopharm disebut Honesti memiliki jarak waktu 21 hari dari pemberian dosis pertama.

BACA JUGA: Berbicara di Webinar KADIN NTT, Rosan Roeslani Beber 5 Urgensi Vaksinasi Gotong Royong

Pihaknya pun sudah meminta kepada pihak Sinopharm untuk memulai dari akhir Maret 2021 atau sampai akhir kuartal kedua (Q2) 2021 sebanyak 15 juta dosis vaksin. Vaksin Sinopharm tengah mengajukan rolling submission ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selanjutnya, berbeda dengan sinovac maupun AstraZeneca, vaksin Moderna berteknologi mRNA. Vaksin yang termasuk teknologi baru ini perlu disimpan dalam suhu minus 20 derajat Celcius.

Vaksin tersebut juga membutuhkan dua kali suntikan untuk mendapat antibodi yang maksimal. Jarak pemberian dosis pertama dan kedua adalah 28 hari. Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di sejumlah negara termasuk otoritas Eropa (EMA). “Kita sudah meminta komitmen untuk 5,2 juta dosis tetapi kemungkinannya baru akan bisa dikirim di awal Q3 tahun ini,” tuturnya.

Honesti menambahkan, terdapat sebanyak 806 fasyankes yang diperkirakan sudah siap untuk vaksinasi gotong-royong. 65 yang dimiliki Bio Farma, 504 BUMN dan 237 dari pihak swasta. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top