BPOM Beri Izin Saat Ada Laporan Pembekuan Darah, RI Tunda Vaksin AstraZeneca | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPOM Beri Izin Saat Ada Laporan Pembekuan Darah, RI Tunda Vaksin AstraZeneca


Menkes, Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

NASIONAL

BPOM Beri Izin Saat Ada Laporan Pembekuan Darah, RI Tunda Vaksin AstraZeneca


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Indonesia akhirnya memutuskan untuk menunda distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca menyusul laporan adanya efek samping pembekuan darah. Negara lain di Eropa sudah menangguhkan penggunaan vaksin ini. Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia sudah menerbitkan izin penggunaan darurat atau EUA sebelumnya.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyatakan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca buatan Oxford di Indonesia masih menunggu rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Budi menjelaskan, saat ini WHO bersama Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (Inggris), dan European Medical Authority tengah memeriksa sejumlah efek samping yang dilaporkan seperti pembekuan darah dalam beberapa kasus.

“Sampai sekarang berita yang kami terima dari WHO mereka masih meneliti, kita juga terima dari MHRA itu BPOM-nya UK, dan EMA itu European Medical Authority, mereka sekarang belum mengonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak,” kata Budi dalam Rapat Kerja di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (15/3).

BACA JUGA: 1,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tiba, Ketahui Kemanjurannya

Budi mendapat informasi sejauh ini bahwa beberapa kasus pembekuan darah tidak disebabkan oleh vaksin AstraZeneca melainkan oleh kejadian lain. Meski begitu, Kemenkes bersama BPOM masih menunda terlebih dahulu vaksinasi menggunakan AstraZeneca sambil menanti rekomendasi WHO.

“BPOM menunda dulu implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi WHO, mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa keluar, karena ada expired periodnya di akhir Mei,” ucapnya.

Selain itu, Kemenkes juga masih menanti fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia untuk vaksin AstraZeneca. “MUI akan rapat harusnya besok atau lusa, sehingga fatwanya bisa dikeluarkan MUI dalam dua hari ke depan ini,” tutup Budi.

Indonesia akan mendapatkan 11.704.800 dosis vaksin AstraZeneca melalui kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejauh ini baru datang sebanyak 1.113.600 dosis yang mendarat di tanah air pada Senin (8/3) lalu, sisanya diharapkan bisa sampai pada Mei 2021. Dan BPOM sudah menerbitkan izin vaksin tersebut pada Selasa (9/3). (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top