Persiapkan Kuliah Offline, Lab Biokesmas Swab Massal di Politani | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Persiapkan Kuliah Offline, Lab Biokesmas Swab Massal di Politani


TES MASSAL DI POLITANI. Staf pengajar, laboran, dan tenaga pendidik di kampus Politani Kupang melakukan tes massal guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus, Senin (15/3). (FOTO: Humas Lab Biokemas NTT for TIMEX)

PENDIDIKAN

Persiapkan Kuliah Offline, Lab Biokesmas Swab Massal di Politani


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tim Laboratorium Biologi Molekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokemas) Provinsi NTT melakukan tes massal atau pooled-test di kampus Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Senin (15/3).

Pelaksanaan tes massal ini merupakan kolaborasi Lab Biokemas dan Politani Kupang sekaligus menjadi langkah awal bagi perguruan tinggi vokasi ini untuk melihat celah persiapan skema pembelajaran off line dengan mematuhi standar protokol kesehatan. Peserta swab pooled-test di lingkup Politani Kupang sebanyak 56 orang, terdiri dari staf pengajar, laboran, dan tenaga pendidik (Tendik).

“Sederhananya di Politani Kupang, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis praktikum banyak pula yang dilakukan di dalam ruangan tertutup (Lab), yang tentunya apabila tidak patuh menjalankan protokol kesehatan secara ketat, kemungkinan penyebaran virus ini akan terjadi lebih tinggi,” ungkap Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS melalui keterangan tertulis Humas Lab Biokesmas NTT kepada TIMEX, Senin (15/3) petang.

Pelaksanaan tes massal ini mendapat dukungan penuh Direktur Politani Kupang. “Dengan metode surveillance seperti ini, kita dapat melakukan contact tracing secara lebih terarah di lingkungan kampus. Apakah infeksi bersumber dari dalam lingkungan kampus ataukah dari luar kampus, misalnya dari rumah, kos, dan sebagainya. Sosialisasi kepada mahasiswa akan terus kami lakukan untuk patuh menjalankan 3M meskipun berada di luar lingkungan kampus seperti di kos atau di rumah,” jelasnya.

Thomas Lapenangga mengaku, tidak mudah mengajak para mahasiswa untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan di luar kampus. Ia meyakini bahwa usaha untuk mendidik tetap perlu dikerjakan.

Dikatakan, kegiatan swab massal merupakan upaya Perguruan Tinggi (PT) untuk mempersiapkan diri memulai kegiatan belajar-mengajar (KBM) atau kuliah secara daring maupun offline. Hal ini tentunya sangat penting mengingat Politani Kupang merupakan institusi vokasi, dimana institusi lebih menekankan pada penguatan keterampilan melalui kegiatan praktikum yang tentunya akan lebih optimal bila dilakukan secara luring tersebut.

Menurut Thomas, Politani sebagai kampus politeknik, sehingga tidak mungkin semua kuliah dijalankan secara online. “Sebab praktik lapangan, uji coba di laboratorium jelas butuh aktivitas offline,” ujarnya.

Perguruan Tinggi Model

Dalam kesempatan itu, Thomas Lapenangga juga melakukan dialog dengan Kepala Lab Biokesmas NTT, Fainmarinat S. Inabuy, Ph.D terkait rencana ke depan untuk melakukan metode pengawasan (surveillance) secara periodik dan menjadikan Politani Kupang sebagai perguruan tinggi model.

Dalam dialog itu juga dibicarakan upaya pemulihan aktivitas publik, khususnya di sektor pendidikan tinggi dengan standar biosecurity terpadu, dimana ini akan dibahas lebih lanjut oleh kedua lembaga.

“Metode preventif yang paling efektif butuh tiga unsur secara menyeluruh, yakni pengawasan (surveillance), tes massal dengan screening pool-testing, dan program vaksinasi,” ujar Fainmarinat S. Inabuy yang turut hadir dan memberikan penjelasan sebelum tes massal dilakukan.

Doktor lulusan Amerika Serikat (AS) yang akrab disama Fima Inabuy berharap upaya ini menjadi terobosan di sektor pendidikan. Metode surveillance yang didesain oleh Lab Biokesmas NTT, demikian Fima, dimulai dengan menentukan komunitas kecil di lingkup PT, seperti di tingkat program studi (Prodi) yang kemudian diberlakukan prokes ketat selama KBM dalam periode waktu kurang lebih 6 bulan.

Selama rentang waktu itu, demikian Fima, komunitas tersebut akan dites swab PCR secara berkala setiap bulannya. Apabila ada individu yang terkonfirmasi positif, maka diwajibkan melakukan isolasi mandiri hingga dinyatakan negatif kembali, sehingga penularan tidak terjadi dan dampak fatalitas juga bisa dihindari.

Fima menyebutkan, Politani Kupang akan menjadi PT pertama yang dijadikan sebagai model dalam upaya surveillance penyebaran Covid-19 di lingkup pendidikan tinggi. Rencananya, proses pengawasan akan dilakukan secara berkala.

“Kami berharap agar upaya ini menjadi referensi bersama bagi institusi pendidikan tinggi lainnya untuk memberlakukan pendekatan yang sama dalam menjalankan KBM di instutusinya masing-masing,” harap Fima.

Sementara itu, Humas Lab Biokesmas NTT, Theo Bole menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi perguruan tinggi lain yang berminat untuk mendapatkan layanan tes massal gratis untuk proses persiapan aktivitas off line di kampus. “Untuk itu dapat menghubungi Lab Biokesmas Provinsi NTT melalui Bagian Humas di No HP/WA 085333959325,” kata Theo Bole. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top