Tiga Pekan Bertugas, Kajari TTU Tetapkan 3 Tersangka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Pekan Bertugas, Kajari TTU Tetapkan 3 Tersangka


NGINAP DI SEL. Tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015, yakni Yoksan Bureni (PPK), Meiqiel Selan (PPHP), dan Ongky J. Manafe (Direktur CV Berkat Ilahi) saat digiring penyidik Kejari TTU menuju mobil tahanan, Senin (15/3) malam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tiga Pekan Bertugas, Kajari TTU Tetapkan 3 Tersangka


Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Baru tiga pekan bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), Roberth Jimy Lambila berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015 dengan menetapkan sebanyak tiga orang tersangka.

Proyek yang diduga fiktif tersebut merugikan negara sebesar Rp 400,425 juta. Pasalnya, terdapat alat kesehatan berupa Blood Bank Refrigerator sebanyak dua unit tersebut diadakan tidak sesuai perencanaan oleh CV. Berkat Ilahi milik Ongky J. Manafe.

Sesuai data yang berhasil dihimpun Timor Express, ketiga tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes senilai Rp 11 miliar tersebut diantaranya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yoksan M. D. E. Bureni, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Meiqiel E. Selan, dan Direktur CV Berkat Ilahi, Ongky J. Manafe.

Sebelum menetapkan tersangka terhadap ketiga orang tersebut, tim penyidik Kejari TTU juga melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) TTU, Bonefasius Ola Kian.

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut langsung dilakukan penahanan oleh Tim Penyidik Kejari TTU dengan menitipkan ke sel tahanan Mapolres TTU.

Kajari TTU, Roberth Jimy Lambila kepada Timor Express, Senin (15/3) mengatakan, tim penyidik Kejari telah merampungkan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015.

Dari hasil penyidikan tersebut, kata Roberth, tim penyidik Kejari TTU menetapkan sebanyak tiga orang tersangka. Ketiganya diduga kuat memiliki peranan penting dalam proyek pengadaan Alkes yang merugikan negara miliaran rupiah itu.

BACA JUGA: Temukan Bukti Kuat Saat Geledah RSUD, Kejari TTU segera Tetapkan Tersangka Proyek Pengadaan Alkes

“Ketiga orang yang Ditetapkan sebagai tersangka ini langsung diikuti dengan penahanan dengan ditipkan di sel tahanan Mapolres TTU,” ungkap Roberth.

Roberth menjelaskan, pada 2015 lalu, RSUD Kefamenanu melaksanakan kegiatan pengadaan Alkes sebanyak dua unit dengan total nilai kontrak sebesar Rp 400.425.000.

Sayangnya, pengadaan dua unit Alkes jenis Blood Bank Refrigerator tersebut tidak sesuai perencanaan sehingga tidak digunakan sama sekali oleh Pihak RSUD Kefamenanu. Hal inilah yang menjadi pemicu adanya kerugian negara dalam kegiatan pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu.

“Dari sejumlah alat bukti yang dikantongi tim penyidik Kejari TTU dan keterangan dari sejumlah saksi, tim penyidik Kejari TTU menetapkan sebanyak tiga orang tersangka yang dinilai memiliki peranan penting dalam kegiatan fiktif tersebut,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan awak media terkait apakah masih ada tersangka baru, Roberth menyebutkan, sejauh ini belum ada bukti tambahan yang bisa menjerat tersangka baru. Namun, proses pemeriksaan terhadap kasus ini masih terus berjalan.

Untuk itu, lanjut Roberth, apabila dalam pemeriksaan para saksi ini ditemukan bukti tambahan, maka berpeluang pula untuk ditetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Inikan sementara pemeriksaan saksi juga, kalau ada tambahan bukti maka berpeluang untuk ada tersangka tambahan juga,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top