Buka Musrenbangcam Golewa, Bupati Ngada Bicara Program Tante Nela Paris | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Buka Musrenbangcam Golewa, Bupati Ngada Bicara Program Tante Nela Paris


MUSREMBANGCAM. Bupati Ngada, Paru Andreas menghadiri dan membuka Musrenbang tingkat Kecamatan Golewa, bertempat di aula Kantor Desa Waeia, Kecamatan Golewa, Selasa (16/3). (FOTO: SAVER BHULA/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Buka Musrenbangcam Golewa, Bupati Ngada Bicara Program Tante Nela Paris


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Bupati Ngada, AKBP (Purn) Paru Andreas SH.,MH, melakukan kunjungan kerja (kunker) perdana sekaligus membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan, di Desa Waeia, Kacamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Selasa (16/3).

Dalam sambutannya, Bupati Paru Andreas menyatakan bahwa diawal kepemimpinannya di tengah pandemi Covid-19 ini, ia belum memfokuskan pada kegiatan fisik, tetapi fokus kegiatan yang lebih mendukung program Tante Nela Paris.

Menurut Bupati Andreas, Tante Nela Paris merupakan akronim dari Tani, Ternak, Nelayan, dan Pariwisata. Empat hal ini merupakan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Ngada saat ini.

Tante Nela Paris, demikian Bupati Andreas, akan bermuara pada 3T, yakni Tuka, Tuku, dan Teka. 3T ini mengedepankan pemberdayaan para petani, nelayan, dan peternak.

Terkait pembangunan sektor pertanian, Bupati Andreas menyoroti soal luasnya lahan garapan di Kecamatan Golewa, namun hanya memiliki satu unit traktor.

“Seperti di Kecamatan Golewa ini, banyak lahan garapan, namun lahan seluas itu hanya memiliki satu traktor. Itu bagaimana bisa berkembang,” ungkap Bupati Andreas.

Pada kesempatan itu, Bupati Andreas juga menekankan pentingnya disiplin terhadap seluruh aparatur pemerintahan. “Harus disiplin waktu ketika masuk kantor. Jangan sampai jadwal masuk jam 08.00 Wita, namun masuk kantor desa lewat dari jam 08.00. Kita harus taati waktu karena kita sebagai pelayan masyarakat. Demi kesejahteraan masyarakat di desa, kita sebagai pimpinan harus kerja keras. Harus adil seperti data bantuan tidak tepat sasaran,” tegas Bupati Andreas.

Bupati Andreas juga berharap agar aparatur desa bekerja dengan sungguh-sungguh, kepala desa harus menjadi contoh dan panutan dalam segala hal termasuk tutur kata.

Sebelumnya, Camat Golewa, Kanisus Logo memaparkan gambaran umum wilayah kecamatannya, dimana disebutkan bahwa mayoritas masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Ini jumlahnya 62 persen dari total penduduk Golewa. Selanjutnya yang berprofesi sebagai pelaku usaha sebanyak 14 persen, pensiunan PNS, TNI/Polri dan ASN sebanyak 8 persen, dan masih sekolah dan lain sebagiannya sebanyak 16 persen.

Wilayah Golewa, kata Kanisius, terdiri dari 14 desa, 2 kelurahan, dengan jumlah penduduk sebanyak 18.415 jiwa. Mata pencaharan masyarakat Golewa pada umunya adalah pertanian dan peternakan. Dengan data ini, tentu program Bupati Ngada yakni Tante Nela Paris pasti mendapat dukungan penuh.

Wakil Ketua 1 DPRD Ngada, Petrus Ngabi yang juga hadir dalam Musrenbangcam itu menegaskan bahwa momen tersebut merupakan momentum bagi pelaku pembangunan. “Dari desa hingga kecamatan turut hadir pada kesempatan ini. Mimpi kita untuk kesejahteraan masyarakat kita tahun 2022, kita harus omong hari ini,” kata Petrus.

Petrus mengatakan bahwa, ketika berbicara tentang rencana pembangunan dan penjabaran anggaran dalam satu tahun, tentunya tidak hanya berharap pada APBD II. Desa sudah diberikan ruang otonomi yang sangat besar, termasuk mengelola dana desa yang dari pemerintah pusat.

Oleh karena itu, Petrus berharap, para kepala desa tidak hanya menggunakan dana desa untuk pembangunan fisik, namun mendukung program Tante Nela Paris untuk perwujudan kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana terpantau TIMEX, rombongan Bupati Ngada disambut dengan pengalungan kain tenun daerah setempat. Turut hadir dalam kegiatan itu, anggota DPRD Ngada Dapil Golewa Raya, Camat Golewa, Forkopimda, Forkopimcam, Kepala Desa dan Lurah bersama BPD setiap desa se Kecamatan Golewa. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top