Pemkab Matim Refocusing Rp 39 Miliar, Bupati Agas: Seluruh Proyek PL Dibabat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Refocusing Rp 39 Miliar, Bupati Agas: Seluruh Proyek PL Dibabat


Bupati Matim, Agas Andreas saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/3). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pemkab Matim Refocusing Rp 39 Miliar, Bupati Agas: Seluruh Proyek PL Dibabat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 39 miliar lebih untuk penanganan pandemi Covid-19 di wilayah itu tahun ini. Dana tersebut merupakan hasil refocusing 8 persen dari total anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) Matim senilai Rp 502 miliar lebih tahun ini.

Dana yang di-refocusing itu bersumber dari Rp 33.938.924.214 hasil pemangkasan kegiatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan sebesar Rp 5.551.074.976 yang telah tersedia pada APBD Matim yang diperuntukan bagi anggaran belanja tidak terduga.

“Refocusing ini berdampak pada pelaksanaan program kegiatan yang telah direncanakan. Total dana yang di-refocusing untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 39.489.999.200 dari DAU dan DBH. Tinggal disampaikan kepada pimpinan DPRD, lalu saya tanda tangan untuk selanjutnya dikirim ke Mendagri RI di Jakarta,” ujar Bupati Matim, Agas Andreas, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/3) siang.

Bupati Agas menjelaskan, jumlah DAU pada APBD induk tahun 2021 sebesar Rp 502.780.135.000. Dirasionalisasi atau dikurangi sesuai PMK Nomor 17 tahun 2021 sebesar Rp 16.102.717.000. Sementara total DAK sesuai APBD sebesar Rp 171.314.946.000, dan dirasionalisasi sebesar Rp 898.995.000.

Sehingga sisa DAK sebesar Rp 170.415.951.000. Selain itu juga, tahun 2021 di Kabupaten Matim terjadi penurunan/pengurangan DAU sebesar Rp 16.102.717.000, dan penurunan DAK sebesar Rp 898.995.000. Anggaran dana 8 persen yang di-refocusing untuk penanganan Covid-19 sebagai upaya bersama antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kabupaten Matim.

“Akibat dari refocusing, lebih banyak korban adalah pemotongan untuk perjalanan dinas luar daerah, juga ada paket proyek jalan yang dipotong volume pekerjaaanya. Ada juga lima paket proyek yang hilang sama sekali. Selain itu, seluruh paket proyek penunjukan langsung (PL) yang nilainya kecil, ikut dibabat,” ungkap Bupati Agas.

Menurut Bupati Agas, dari sejumlah OPD yang ada, pemotongan dana paling besar terjadi di Dinas PUPR. Menyusul Dinas Pertanian sekira Rp 2 miliar, lalu Dinas Perikanan, Sekretariat Dewan sebesar Rp 5 miliar, dan Bidang Administrasi dan Pemerintahan sebesar Rp 3 miliar. Untuk program kegiatan yang di Setwan, terjadi pemangkasan untuk kegiatan perjalanan dinas luar daerah, dan kegiatan Bimtek.

“Kalau terkait dengan dana pinjaman, kita menunggu undangan dari kementrian untuk tanda tangan. Pinjamanya sebesar Rp 150 miliar ke Kementrian melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Kita berharap dana pinjaman ini secepatnya direalisasikan. Apalagi kegiatan belanja dari dana pinjaman ini sudah masuk dalam DPA,” terang Bupati Agas.

Bupati Agas menambahkan, untuk program pembangunan yang bersumber dari DAK, saat ini ada enam paket proyek jalan hotmix dan lapen, yang sedang dilakukan tender. Sementara yang bersumber dari DAU, belum dilakukan tender.

Bupati Agas berharap, upaya bersama dalam kebijakan refocusing, akan mampu mewujudkan masyarakat Matim yang sehat dan bebas dari Covid-19. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top