Polres Mabar Ungkap 3 Kasus Kriminal, Ada yang Menimpa Anak di Bawah Umur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Mabar Ungkap 3 Kasus Kriminal, Ada yang Menimpa Anak di Bawah Umur


Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Yoga Darma Susanto didampingi sejumlah anggota tim Buser menjelaskan penanganan tiga kasus kriminal yang tengah ditangani lembaga itu saat jumpa pers, di Mapolres Mabar, Selasa (16/3). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polres Mabar Ungkap 3 Kasus Kriminal, Ada yang Menimpa Anak di Bawah Umur


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat (Mabar) merilis tiga kasus kriminal yang terjadi di wilayah hukumnya. Ketiga kasus itu masing-masing kasus pencurian handphone dan kamera, kasus pencabulan anak di bawah umur, dan kasus penyiraman air panas.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mabar, Iptu Yoga Darma Susanto saat konferensi pers di aula Kemala Mapolres Mabar, Selasa (16/3) menyebutkan, dalam kasus pencurian handphone dan kamera pihaknya menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Masing-masing FF, 18, KD, 22, dan YA, 23.

Para tersangka ini, kata Yoga, melakukan aksinya di beberapa tempat kejadian perkara yang berbeda. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 27 unit handphone berbagai merk dan kamera DSLR. “Kerugian secara total sekitar Rp 30 juta. Para tersangka dikenai pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. Modusnya mereka mencuri, setelah itu barang hasil curian dijual lagi supaya dapat uang,” jelas Yoga.

Selanjutnya, demikian Yoga, adalah kasus pencabulan anak di bawah umur. Kasus ini terjadi pada 12 Maret 2021, di Desa Daleng, Lembor. Pelakunya adalah GS, 23, seorang sopir angkot.

Sejumlah barang bukti yang diamankan, sebut Yoga, berupa kain atau selimut, pakian korban, STNK dan dua handphone. Sementara mobil angkot juga akan disita karena digunakan sebagai tempat kejadian perkara.

Pelaku kasus ini diganjar pasal 76b dan UU Perlindungan Anak paling singkat 5 tahun, dan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Yoga menuturkan, kejadian ini bermula pada Oktober 2020, dimana antara pelaku dan korban awalnya melakukan chating lewat medsos. Lalu berlanjut pacaran. Pelaku kemudian janji menikahi korban, yang berlanjut kejadian pada 7 Maret 2021 di dalam sebuah angkot. Korban sebenarnya menolak ajakan nikah karena masih berusia 16 tahun, tetapi tersangka mengancam dengan mengatakan akan menyebarkan foto bugil korban.

Kasus ketiga, demikian Yoga, adalah kasus penganiayaan terhadap perempuan, dimana tersangka FJ, 23, seorang buruh harian menyiram korban AAH, 23, dengan air panas di tempat kerja korban hotel B and B Cewing Ndereng, Desa Batu Cermin. Barang bukti yang diamankan berupa USB. Akibat perbuatan itu, pelaku diancam lima tahun penjara.

“Pelaku dan korban bukan suami istri sah tetapi keduanya tinggal serumah, dan pelaku sering melakukan penganiayaan terhadap korban,” katanya. (Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top