Gubernur VBL Ajak BPOM Bersinergi Kembangkan Obat dari Faloak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur VBL Ajak BPOM Bersinergi Kembangkan Obat dari Faloak


AJAK SINERGI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima audiensi Kepala BPOM NTT, Tamran Ismail, di ruang kerja Gubernur, Rabu (17/3). Dalam pertemuan itu Gubernur VBL mengajak BPOM untuk bersinergi kembangkan Faloak. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Gubernur VBL Ajak BPOM Bersinergi Kembangkan Obat dari Faloak


Juga Sinergi Percepat Izin Edar Sophia

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT untuk bersinergi dalam memfasilitasi pengembangan riset Faloak untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C. Tak cuma itu, Gubernur VBL juga mengajak BPOM NTT untuk memfasilitasi izin edar minuman beralkohol produk NTT, Sophia di dalam negeri.

“Saat ini tim sementara melakukan penelitian tentang Faloak. Untuk itu (BPOM, Red) diharapkan dapat mem-back up atau mendukung riset tersebut. Selanjutnya pemerintah bersama masyarakat mengembangkan tanaman tersebut, karena bermanfaat untuk penyembuhan penyakit Hepatitis C yang sampai saat ini belum ada vaksinnya. Tentunya ini keuntungan bagi NTT dalam berkontribusi bagi negara dalam mengatasi penyakit tersebut,” jelas Gubernur VBL ketika menerima audiensi Kepala BPOM NTT, Tamran Ismail, S.Si., MP di ruang kerja Gubernur, Rabu (17/3).

Terkait Sophia, kata Gubernur VBL, saat ini sudah ada izin laboratorium layak konsumsi. Tinggal proses administrasi izin edar khusus minuman hasil fermentasi produk lokal dimana prosedurnya lintas kementrian termasuk BPOM RI, tentunya pak Amran dapat bersama tim kami untuk mewujudkannya,” ajak Gubernur VBL dalam keterangan tertulis Humas Setda NTT, kemarin (17/3).

Gubernur Laiskodat mengungkakan sejumlah fakta terkait minuman lokal hasil fermentasi yang dikemas menjadi sebuah brand dan bernilai ekonomi.

“Dalam mengonsumsi minuman tersebut, kita akan atur peredarannya agar tidak mengakibatkan mabuk akibat konsumsi yang berlebihan. Untuk itu perlu Tata Kelola dan Tata Niaga untuk pengembangan minuman Sophia di NTT dan Indonesia,” ujar VBL.

Kepala BPOM NTT, Tamran Ismail menyambut baik harapan Gubernur VBL terkait sinergi pengembangan Faloak dan Sophia serta fasilitasi sejumlah UMKM yang tersebar di kabupaten/kota di NTT.

“Bapak Gubernur, prinsipnya kami siap bersinergi dalam memfasilitasi kepentingan daerah sesuai regulasi yang ada. Saat ini juga terkait perizinan, sudah ada sistem OSS (Online Single Submission) sehingga dalam proses registrasi, data mesti terkoneksi dan konsisten agar tidak terjadi penolakan yang menyebabkan pengulangan tahapan proses pengurusan izin,” jelas Amran.

Turut hadir dalam audiens tersebut, Staf Khusus Gubernur, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA, dan Kadisperindah Provinsi NTT, Drs. Ec. Muhamad Nasir Abdullah, MM. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top