Kawal Putusan MK, Polres Belu Terjunkan 472 Personil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kawal Putusan MK, Polres Belu Terjunkan 472 Personil


PATROLI GABUNGAN. Aparat keamanan gabungan Polri-TNI melakukan patroli di seputaran Kota Atambua, Kamis (18/3) terkait pembacaan putusan sengketa sidang MK yang diajukan paslon Willy Lay-Ose Luan. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kawal Putusan MK, Polres Belu Terjunkan 472 Personil


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Polres Belu menerjunkan sebanyak 427 personil guna mengawal wilayah itu pasca Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan sengketa Pilkada 2020 yang dimohonkan pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-J. T. Ose Luan.

Langkah ini dilakukan demi menciptakan suasana kondusif terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Belu, setelah putusan majelis hakim konstitusi yang menyatakan menolak gugatan yang diajukan paslon Willy Lay-J. T. Ose Luan.

Sebagaimana pantauan media ini setelah hakim MK memutuskan sengketa Pilkada Belu, Kamis (28/3), suasana dalam Kota Atambua tampak lengang. Tidak ada evoria atau semacam pawai kemenangan. Bahkan di sekretariat tim pemenang rumah perubahan paslon Sehati terlihat sepi. Tidak seperti biasanya ketika Pilkada ini berproses 2020 lalu.

Yang terlihat adalah patroli yang dilakukan aparat keamanan, dalam hal ini anggota polisi maupun TNI. Mereka mengendarai sepeda motor sambil patroli mengitari Kota Atambua.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh saat dikonfirmasi Kamis (18/3) mengatakan, jajarannya terus berupaya menciptakan suasana aman kepada masyarakat.

Menurut Khairul, sebanyak 472 personil diterjunkan untuk menjaga keamanan pasca putusan sidang sengketa Pilkada Belu di MK.

Perinciannya 350 personil Polres Belu, dan didukung 1 peleton personil Kodim 1605/Belu, 1 peleton Brimob kompi 3 Batalion A pelopor Belu, 1 peleton BKO Polda NTT dari Polres TTU, dan 1 pleton Sat Pol PP Belu.

Dikatakan pengamanan terpusat di sejumlah titik strategis, yakni kantor KPU, Bawaslu, sekretariat tim pemenangan dan sejumlah titik yang berpotensi terjadinya penggerekan massa.

Menurut Khairul, pihaknya juga menyiagakan anggota Polsek dan TNI di kecamatan untuk melakukan patroli hingga di tingkat desa.

BACA JUGA: Willy Lay Ucap Profisiat untuk Sehati, Agus Taolin: Mari Kita Bangun Rai Belu

Kharul menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas siapa saja yang mengganggu Kamtibmas. Hal ini sesuai perintah Kapolda NTT memerintahkan jajaran untuk bersinergi dan melaksanakan patroli bersama skala besar, baik sebelum, saat, dan sesudah putusan MK.

“Namun sejauh ini situasinya masih kondusif, tidak ada pergerakan massa atau konvoi dari massa pendukung kedua paslon,” kata Khairul.

Meski demikian, lanjut Khairul, personil keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus melakukan deteksi dini, serta mengimbau masyarakat saat patroli dialogis. “Kita imbau agar masyarakat tidak berkerumun ataupun euforia di tengah pandemi ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelum lakukan patroli, aparat keamanan gabungan ini melakukan apel di Mapolres Belu. Setelah itu, dengan mengambil titik star di Mapolres, rombongan patroli bergerak menyisir wilayah Kota Atambua. Mereka nampak melintasi kawasan perkantoran, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, kantor penyelenggara Pemilu hingga rumah pemenangan dari kedua paslon.

Dalam patroli skala besar tersebut, Kapolres Khairul dan aparat gabungan TNI-Polri meninjau kantor KPU Belu sekaligus menyaksikan secara live sidang putusan sengketa Pilkada Belu di MK RI di Jakarta.

Sejumlah perwira turut mendampingi Kapolres Belu dalam patroli tersebut, yakni Kabag Ops Polres Belu, Pasi Ops Kodim 1605 Belu, Kasat Lantas Polres Belu, Danki Brimob Kompi 3 Yon A Pelopor Belu, serta Kasat Samapta Polres Belu.

Khairul menambahkan, selain patroli aparat gabungan, beberapa personil keamanan ditempatkan di titik-titik strategis seperti kantor KPU Belu, kantor Bawaslu Belu, gudang logistik KPU Belu serta di ruas jalan dari dan menuju Kota Atambua.

“Personil kita juga dikerahkan untuk mendeteksi pergerakan massa dan melakukan patroli secara rutin sebelum, saat, dan sesudah putusan sidang MK sengketa Pilkada Belu,” pungkas Khairul. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top