Romo Jhon Pimpin Umat Perbaiki Jalan dengan Uang Derma | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Romo Jhon Pimpin Umat Perbaiki Jalan dengan Uang Derma


PERBAIKI. Pastor Paroki Lurasik, Romo Yohanes Oki, Pr (bertopi) bersama umat menimbun kubangan di sepanjang ruas jalan Lurasik-Sapaen, Kamis (17/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Romo Jhon Pimpin Umat Perbaiki Jalan dengan Uang Derma


Sudah Lima Tahun Rusak, Belum Tersentuh Perhatian Pemerintah

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pastor Paroki Lurasik, Romo Yohanes Oki memimpin langsung umatnya untuk melakukan perbaikan ruas jalan Kabupaten Lurasik-Sapaen di Kecamatan Biboki Utara dengan menutup kubangan air di badan jalan yang sudah membentuk kolam kecil.

Kondisi kerusakan ruas jalan tersebut sejak lima tahun lalu namun luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU). Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif bagi masyarakat dari Desa Sapaen, Desa Taunbaen, Desa Taunbaen Timur, Desa Hauteas Barat, Desa Hauteas dan juga Desa Boronubaen untuk menjangkau pusat kecamatan bahkan ke ibu kota Kabupaten TTU.

Sesuai data yang dihimpun TIMEX, ruas jalan Lurasik-Sapaen di Kecamatan Biboki Utara, TTU, dengan panjang jalan sekitar 12 kilometer diaspal (lapen) pada tahun 1995. Sejak saat itu hingga kini belum dilakukan peningkatan kualitas.

Akibatnya, ruas jalan tersebut kini dipenuhi kubangan yang dalam dan mengakibatkan pengguna jalan kesulitan saat melintas, bahkan mengancam nyawa.

Pastor Paroki Lurasik, Yohanes Oki kepada TIMEX, Kamis (17/3) mengaku merasa jenuh dan prihatin dengan kondisi jalan yang rusak yang selama ini menjadi keluhan umat.

Karena itu, pihaknya berinisiasi turun tangan menutupi kubangan yang memenuhi badan jalan. Penutupan lubang terutama di sepanjang jalan dari Kantor Camat Biboki Utara hingga pertigaan Gereja Lurasik itu berjarak sekira 1 kilometer.

“Banyak umat yang mengeluh karena kesulitan untuk ke sekolah dan gereja. Pasalnya jalan yang dilintasi sudah berubah menjadi kolam yang kedalamannya sekitar 30an cm,” beber Romo Jhon, sapaan akrab Romo Yohanes Oki.

Romo Jhon menambahkan, dalam perbaikan ruas jalan tersebut tidaka hanya kaum lelaki, melainkan ibu-ibu juga ikut mendukung dengan menyiapkan makan siang bagi para pekerja yang memperbaiki jalan tersebut.

Romo Jhon menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk memperbaiki ruas jalan tersebut disisikan dari uang derma yang selama ini dikumpulkan oleh umat di paroki setempat.

“Ada tiga unit dump truck yang digunakan mengangkut material. Mereka hanya dibayar ala kadarnya untuk kebutuhan bahan bakar karena uang derma yang disisihkan untuk perbaiki jalan ini hanya sebesar Rp 2.000.000,” sebut Romo Jhon.

Rohaniawan Katolik ini mengaku sudah belasan tahun bertugas di Paroki Lurasik, namun sepanjang ia bertugas di sana, jalan tersebut tidak pernah diperhatikan.

Romo Jhon berharap, melalui aksi yang ia lakukan bersama umatnya, Pemkab TTU dapat membuka hati dan pikiran untuk memperbaiki jalan tersebut. Sebab, selain untuk memudahkan transportasi, akses jalan tersebut juga sangat membantu masyarakat, mengingat Lurasik merupakan salah satu daerah lumbung padi di TTU.

“Apa yang saya lakukan merupakan rasa prihatin saya karena ini jalan umum dan banyak yang gunakan jalan ini. Namun jalan ini sudah berlumpur dan dipenuhi genangan air yang cukup dalam sehingga saya mengambil sikap untuk menolong dengan cara saya sendiri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Alta Meomanu, tokoh masyarakat Kecamatan Biboki Utara. Alta mengaku ruas jalan tersebut sudah sangat lama dikerjakan dan selama ini masyarakat kesulitan untuk melintas karena kubangan sudah menguasai badan jalan.

Ia berharap, Pemkab TTU dapat memperhatikan akses transportasi tersebut sehingga memudahkan masyarakat memasarkan hasil dari produksi pertanian, perkebunan maupun peternakan. Apalagi, Kecamatan Biboki Utara termasuk daerah lumbang pangan dan ternak untuk TTU.

“Jalan ini dikerjakan saat saya belum berkeluarga. Saat ini anak pertama saya sudah mau tamat SMA, tapi jalan ini belum juga diperbaiki. Kita mau melintas harus melewati kubangan dan kalau tidak hati-hati maka pakaian kita akan penuh dengan lumpur,” keluhnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top