Batako dari FABA Dipakai Bangun Gereja dan Sekolah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Batako dari FABA Dipakai Bangun Gereja dan Sekolah


BATU BATAKO. Inilah batu batako yang dihasilkan dari pemanfaatan FABA PLTU Ropa, Ende. Batu batako ini dipakai untuk membangun gedung gereja dan sekolah. (IST)

Advetorial

Batako dari FABA Dipakai Bangun Gereja dan Sekolah


Inovasi PLN UIW NTT di PLTU Ropa

KUPANG, TIMEXKUPANG.com– Pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kini dimanfaatkan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT. Buktinya, limbah FABA yang dihasilkan dari PLTU Ropa, Kabupaten Ende dipakai jadi bahan baku pembuatan batu batako.

“Pengolahan FABA dari PLTU Ropa menjadi batako akan dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan masyarakat Ende. Seperti pembangunan Paroki St. Donatus Bhoanawa sebanyak 40.000 buah batako, pembangunan Gereja Stasi St Yohanes Pemandi, Patisomba Paroki St. Maria Magdalena Nangahure Keuskupan Maumere sebanyak 37.500 buah batako, bedah rumah di Kabupaten Ende 24.000 batako dan pembangunan sekolah Madrasah Ibtidiyah di Talibura, Sikka sebanyak 15.000 buah batako,” kata General Manager (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko sesuai rilis yang diterima Kamis (18/3)

Dijelaskan Agustinus Jatmiko, PLN terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan FABA dari PLTU. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengategorikan FABA menjadi Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Menurutnya, tak hanya FABA saja. PLN UIW NTT juga berencana menggelar pelatihan pembuatan kompor pelet melalui pengolahan sampah untuk siswa SMK.

“Sejak pembangunan Paroki St. Donatus Bhoanawa tahun 2020 lalu, kini telah mencapai progress 47 persen. Dengan rencana bantuan 40 ribu buah batako dari FABA PLN dari rencana awal hanya 4.000 buah batako. Dengan bantuan batu batako yang dihasilkan dari FABA ini maka diharapkan umat dapat segera beribadah dengan nyaman,” kata Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Potokota.

Uskup Agung Ende juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya PLN melalui inovasi pemanfaatan FABA yang berdampak bagi masyarakat.

“Ini adalah sesuatu yang luar biasa karena limbah pembakaran baru bara ternyata bisa diolah lagi menjadi batu batako yang sangat bemanfaat,” kata Uskup Agung Ende. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top