Dana Rp 13 Miliar Dipakai Perbaiki Jalan Nasional Wae Lengga-Ruteng | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dana Rp 13 Miliar Dipakai Perbaiki Jalan Nasional Wae Lengga-Ruteng


PERBAIKAN. Pekerjaan holding jalan di daerah Rana Mese untuk selanjutnya ditambal oleh para pekerja. Gambar diabadikan Rabu (17/3). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dana Rp 13 Miliar Dipakai Perbaiki Jalan Nasional Wae Lengga-Ruteng


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tahun 2021, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi NTT, mengalokasikan dana belasan miliar untuk intervensi jalan nasional di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Manggarai. Tepatnya segmen Wae Lengga-Ruteng.

“Tahun ini, kegiatan kita dari Wae Lengga hingga batas Kota Ruteng, perbaikan jalan dengan sistem tambal aspal pada titik yang rusak untuk mempertahankan kondisi mantap jalan,” ujar PPK 3.4 Provinsi NTT, Satker Wilayah III, Djibrael T. Rohi, saat ditemui di Borong, Rabu (17/3) siang.

Menurutnya, anggaran yang dialokasi untuk pekerjaan jalan berlubang pada ruas jalan tersebut sebesar Rp 13 miliar yang bersumber dari APBN. Khususnya long segmen batas Kota Ruteng -KM210- batas Kabupaten Manggarai. Prioritas utamanya pada titik dengan kondisi jalan yang rusak, dimana jalan rusak tersebut akan dikeruk dan dilakukan pengaspalan ulang atau patching.

Kontraktor Pelaksana PT Floresco sudah melakukan pembongkaran aspal pada titik-titik yang kondisi aspal rusak di sepanjang ruas jalan batas Kota Ruteng sampai batas Manggarai. Sementara untuk rehab minor tahun 2021 merupakan proyek multiyears sepanjang 600 meter. Juga pekerjaan latasir 1,6 KM yang dilaksanakan oleh kontraktor CV Nusantara Indah.

Total biayanya Rp 5 miliar dari APBN. Untuk proyek tahun anggaran 2020 ini di-refocusing ke tahun 2021 sebesar Rp 2 miliar.

Djibrael menyebutkan, program kegiatan refocusing rehab minor dan latasir, titik kegiatannya di lokasi Tengku Teang, Kecamatan Kota Komba dan Wae Laku, Kecamatan Borong, kabupaten Matim. Pengerjaanya telah selesai pada Februari 2021.

“Sementara untuk perbaikan jalan yang lubang oleh PT Floresco sedang dilaksanakan. Saat ini fokusnya masih di daerah Rana Mese. Penangananya dengan sistem long segment,” jelas Djibrael.

Terkait program lain, seperti rehab mayor, pelebaran dan drainase di sejumlah titik pada ruas jalan nasional Ruteng-Gako, Kabupaten Ngada, menurut Djibrael belum ada. Pasalnya saat ini negara masih kosentrasi untuk penanganan pandemi Covid-19. Dia juga menyinggung sejumlah titik di daerah kawasan Rana Mese yang jalannya masih sempit.

Tentu pihaknya selama ini belum bisa melakukan kegiatan pelebaran di wilayah tersebut, karena harus mendapat izin dari Kementerian Kehutanan. Padahal menurut Djibrael, ada sejumlah titik di daerah itu, badan jalan sisi kiri dari arah Ruteng, terancam putus karena tergerus longsor. Tidak saja untuk kegiatan pelebaran, termasuk pekerjaan drainase di wilayah itu.

“Jadi kita benar-benar hanya bisa intervensi di badan jalan yang ada. Untuk ke bahu jalan, dilarang oleh pihak TWA. Ada berapa titik yang terjadi longsor pada bahu jalan dan badan jalan terancam. Kita tidak bisa tangani pada bagian yang longsor itu, karena kondisi jurang. Solusinya harus gusur lebar pada sisi kanan, tapi terkendala kawasan hutan,” sebut Djibrael.

Terpantau di lapangan, permukaan jalan nasional yang sudah rusak di daerah hutan Rana Mese, tampak dibongkar untuk selanjutnya di-patching. Untuk menghindari terjadi kecelakaan, pada ujung lokasi proyek, pihak kontraktor memajang tulisan pemberitahuan kepada seluruh kendaraan yang hendak melintas.

Selain itu di titik wilayah Kampung Jati-Wae Laku, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, kondisi jalan tampak mulus. Itu setelah dilakukan intervensi pekerjaan latasir oleh CV Nusantara Indah, termasuk di wilayah Tengku Teang. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top