Direktur RSUPP Betun Mengundurkan Diri, Ini Alasan dr. Oktelin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Direktur RSUPP Betun Mengundurkan Diri, Ini Alasan dr. Oktelin


dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Direktur RSUPP Betun Mengundurkan Diri, Ini Alasan dr. Oktelin


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Direktur Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie resmi mengundurkan diri dari jabatan yang telah ia sandang selama tiga tahun terakhir.

“Saya sudah siapkan pengganti yang lebih hebat dari saya,” ungkap dr. Oktelin saat dikonfirmasi TIMEX terkait kebenaran dirinya mundur dari jabatan Direktur, Jumat (19/3).

Dokter Oktelin mengungkapkan alasan dirinya mundur dari jabatan itu bukan karena persolan lain, melainkan ingin beristirahat dulu.

Menurutnya, secara mental, dirinya lelah. Selama tiga tahun ini energinya cukup terkuras untuk membenahi RSUPP Betun ini, oleh karena itu ia merasa perlu istirahat. “Kadang-kandang kita perlu nge-charge lagi energi kita supaya bisa lebih berbuat maksimal lagi nantinya,” ujar dr. Oktelin.

Dokter Oktelin menjelaskan, selama tiga tahun dirinya memimpin RSUPP Betun, ada sejumlah capaian positif yang dilakukan dan diraih. Misalnya ketika dipercaya Bupati Malaka memimpin RSUPP itu, ia mulai membenahi majamenen agar memenuhi standar sebagai rumah sakit yang benar-benar siap melayani masyarakat. Termasuk mengikuti proses akreditasi rumah sakit.

Hebatnya RSUPP Betun ini, kata dr. Oktelin, baru pertama ikut survei akreditasi, rumah sakit itu menyandang status sebagai rumah sakit berstandar nasional. Hal itu terwujud pada November 2018, tepat 10 bulan setelah dirinya dilantik sebagai Direktur RSUPP Betun.

Tak cuma itu. RSUPP Betun, kata dr. Oktelin, berhasil meraih prestasi tertinggi dengan status akreditasi RS Bintang 5. Ini merupakan prestasi paling tinggi untuk standar nasional dengan standar terbaru dan penilaian terbaru untuk kelas rumah sakit.

“Jadi kita (RSUPP Betun, Red) bisa menyejajarkan diri dengan Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Prof. Yohanes juga RSUD Waingapu,” katanya yang menambahkan, perjuangan menggapai predikat RS Bintang 5 ini tidaklah mudah. “Banyak sekali kegiatan yang dulunya tidak ada, saya buat dan adakan,” tambah dr. Oktelin.

Dirinya mencontohkan hal yang paling kecil, dimana sebelumnya RSUPP Betun ini tidak ada pagar dan penjaga, tapi sekarang harus dijaga, ada pintu gerbang, diperiksa dan mengatur jam pengunjung. “Tidak boleh sembarang, ini rumah sakit bukan obyek wisata. Itu yang kelihatan dengan kasat mata,” bebernya.

Di urusan sumber daya manusia, dr. Oktelin mengaku bahwa dirinya ketat terhadap para pegawai atau tenaga medis selama memimpin RSUPP itu. Misalnya, perawat di RSUPP itu harus ada surat tanda registrasi, dan harus masih berlaku. Jika sudah habis masa berlakunya, dirinya tak segan-segan menurunkan status perawat itu menjadi tenaga administrasi.
Pencapaian lainnya, lanjut dr. Oktelin, adalah mewujudkan rumah sakit itu menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Dengan status ini, artinya rumah sakit harus mengatur keuangannya sendiri, dalam artian dulu hasil penerimaan rumah sakit itu semua di setor ke pemerintah daerah tapi sekarang tidak. RS harus menghidupkan diri sendiri dengan penerimaan sendiri.

Dengan status BLUD ini, memaksa manajemen untuk terus menjaga kualitas pelayanan terhadap pasien. Hasilnya, hingga akhir Desember 2020 dengan status BLUD, RSUPP Betun mencatatkan capaian penerimaan surplus hingga Rp 5 miliar.

“Hitungan saya, hingga akhir Desember 2020, kami surplus Rp 5 miliar. Target BULD tahun lalu Rp 10 miliar, tapi kami bisa mendapatkan dana RSUPP Rp 15 milliar. Jadi meningkat. Tahun 2021 ini target penerimaan itu Rp 12,5 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai,” harapnya.

Dokter Oktelin menambahkan, dengan menjadikan RSUPP Betun menjadi BULD, penerimaan yang ada bisa dikelola sendiri dan bisa mengadakan sarana pendukung pelayanan bagi pasien. Apabila rumah sakit ini dikelola dengan baik lima tahun saja dengan meningkatkan pelayanan, ke depan tentu akan maju.

Capaian lainnya selama memimpin RSUPP Betun, demikian dr. Oktelin, adalah adanya perhatian pemerintah pusat terhadap keberadaan RS ini di wilayah perbatasan negara.

“Jadi ini adalah perjuangan. Mudahan-mudahan ini bisa dilihat menjadi eksentrik. Karena biasanya akreditasi bintang 5 itu untuk rumah sakit di kota, bukan di desa. Tapi mereka melihat kita bisa buat prestasi, karena itulah kita termasuk dalam 7 rumah sakit di Indonesia yang mendapat atensi khusus dari pemerintah pusat,” katanya bangga.

Hal lain yang telah dibuat dr. Oktelin selama menjabat sebagai direktur RSUPP Betun adalah perjuangan memperoleh bantuan dana pusat senilai Rp 49 milliar sehingga dipakai mengembangkan sarana rumah sakit dengan membangun gedung tiga lantai.

Slain membangun gedung tiga laintai, dana itu juga digunakan membeli alat kesehatan, dan rencana membeli mesin cuci darah. Tahun ini juga RSUPP Betun mendapat bantuan Rp 1 milliar untuk menyediakan fasilitas Air RO, dan penambahan dua unit ambulance. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top